Perhimpunan Guru Minta Nadiem Buka Rekrutmen CPNS 2021 Sesuai Janji

RADARCIANJUR.com-Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menyadari bahwa salah satu alasan pemerintah daerah (pemda) tidak memaksimalkan usulan formasi rekrutmen 1 juta guru skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah ketidaksesuaian dengan kebutuhan daerah. Sebab, terdapat daerah yang berharap, formasi guru yang akan diusulkan adalah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Makanya kita tahu tidak semua daerah akan mengajukan formasi PPPK, karena mereka berharapnya formasi CPNS yang dibuka, formasi guru CPNS,” ujarnya.

Pihaknya berharap dari 1 juta alokasi rekrutmen guru oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ada alokasi untuk guru PNS. Apalagi, sebelumnya Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bahwa rekrutmen guru CPNS akan tetap ada dan tidak dihapuskan.

“Sebagaimana janjinya Mas Menteri yang Januari kemarin dengan BKN, apakah misalnya 20 persen atau 10 persen gitu ya kami berharap,” ujar dia.

Kemudian juga dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X DPR RI pada Januari juga merekomendasinkan agar pemerintah tetap membuka rekrutmen CPNS 2021. Adapun, RDP saat itu dihadiri oleh Kemendikbud, Kemenkeu, Kemendagri, BKN serta KemenPAN-RB.

“Karena kekurangan guru itu tidak bisa dipenuhi ditutupi dengan guru PPPK semuanya, karena sifatnya kontrak 5 tahun maksimal, kalau diperpanjang 5 tahun, kalau nggak gimana kan, makanya tetep kita butuh PNS,” pungkas Satriwan.

Sebelumnya, Nadiem mengatakan bahwa rekrutmen formasi guru CPNS akan tetap ada. Hal tersebut akan dilakukan sejalan dengan pelaksanaan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2021 ini.

“Saya menegaskan bahwa formasi CPNS guru ke depan tetap akan ada karena kebijakan ini akan sejalan dan saling melengkapi dengan perekrutan PPPK,” kata dia dalam akun Instagram-nya @nadiemmakarim yang dikutip JawaPos.com, Rabu (6/1).(jpc)