Dua Gerbong Ganggu Keharmonisan HMI

Ketua HMI Cabang Cianjur Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO), Srinji

RADARCIANJUR.com- Polemik tidak berkesudahan atas kepemimpinan Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hingga saat ini terus menjadi bahan kritisi berbagai pihak, baik dimedia sosial ataupun di luar media sosial. Seperti banyaknya pemberitaan seputar pelaksanaan Pleno III PB HMI di Tapanuli dan Kongres PB HMI di Surabaya dalam selang waktu bersamaan.

Menanggapi hal demikian, Ketua HMI Cabang Cianjur Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO), Srinji mengatakan bahwa penyelenggaraan kedua kegiatan nasional yang berbeda tersebut sudah sangat tidak sesuai dengan AD/ART, Pedoaman perkaderan dan pedoman pokok HMI lainnya.

“Kami sangat tidak menghendaki penyelenggaraan Pleno III di Tapanuli ataupun Kongres di Surabaya karena hal tersebut hanya merenggut keharmonisan HMI dalam ranah internal,” ujarnya.

Menurut Srinji, dualisme yang disuguhkan oleh PB HMI saat ini bagian dari asupan negative yang dapat memundurkan marwah HMI. Ditegaskannya, dua gerbong PB HMI sudah sepantasnya menghentikan berbagai macam program yang sekiranya hanya dapat mencoreng nama baik organisasi yang sudah lama berdiri dengan ranting terbaik sebagai organisasi mahasiswa selama ini.

“PB HMI sudah tidak layak dijadikan kiblat roda organisasi lagi, duallisme yang terus digaungkan atas ambisi sebuah kedudukan telah melunturkan daripada Mission HMI sendiri. Saya meminta supaya PB HMI segera menyelesaikan persoalan internal kepemimpinan tersebuat sampai normal kembali sebagai satu kesatuan yang utuh,” paparnya.

“Kepada para Pengurus PB HMI yang sebelumnya sudah disahkan secara konstitusional agar meninjau lalu membahas serta menindak lanjuti perihal kondisi HMI Cabang Cianjur, yang mana sampai saat ini sedang berada dalam masa sengketa akan tetapi dari pihak Badko Jabar yang saat ini menjadi salah satu peserta dari 14 Badko lainnya pada Pleno III di Tapanuli malah melantik Pengurus HMI Cabang Cianjur yang Cacat Konstitusi. Hal ini pula yang banyak menjadi kritikan dari Komisariat beserta para Alumni HMI Cabang Cianjur,” tegasnya

Lanjutnya, pengurus HMI dan pengurus Kohati Badko Jabar harusnya berkaca pada Pengurus PB yang kian hari semakin berantakan, sehingga sangat penting untuk memerhatikan setiap cabang dengan kaidah konstitusi bukan malah melahirkan perpecahan hanya demi sebuah posisi.

HMI dan Kohati Badko Jabar ikut andil dalam penyelengaraan pelantikan pengurus HMI Cabang Cianjur yang tidak seharusnya berlangsung karena terjadi akibat dari kepentingan oknum-oknum di HMI. (kim)