Mantan Kades Cimacan Jadi Tersangka, Koordinator AMPC : Kok Belum Ditahan?

Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Cimacan (AMPC), Iir Harardiana. (Foto: Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Cimacan (AMPC), Iir Harardiana, menyoal mantan Kades Cimacan, berinisial DS, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa (DD) beberapa waktu lalu itu, hingga saat ini belum ada penahanan oleh pihak Kejaksaan negeri Cianjur.

Padahal menurutnya, penanganan kasus dugaan korupsi yang menjerat DS tersebut, laporan hasil pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat Daerah (Itda) Cianjur kepada Kejari Cianjur tahun 2020 lalu sudah diterbitkan dan menyimpan tanda tanya besar.

“Saya rasa ada yang aneh dalam penegakan hukumnya. Masa sudah ditetapkan sebagai tersangka saja belum ditahan. Apa mungkin ada sesuatu,” kata Made sapaan akrabnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (18/3/2021).

Bahkan ia menilai, tindakan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur dengan belum menahan terduga pelaku korupsi tersebut, justru tidak memberikan pelajaran hukum yang baik di hadapan masyarakat luas.

“Karena jumlah uang kasus dugaan penyalahgunaan anggaran desanya tidak main main. Jelas sangat merugikan masyarakat, terutama warga Desa Cimacan, dan bisa menghambat pembangunan di desa ini,” tuturnya.

Dengan begitu, pihaknya berharap, Kejari Cianjur bisa segera melakukan penahanan terhadap sang mantan Kades Cimacan itu. Sehingga langkah tersebut memberikan rasa adil terhadap masyarakat.

“Kasus ini juga tentunya jadi pembelajaran bersama, terutama kepada kepala Desa Cimacan yang saat ini tengah menjabat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur Ricky Tommy yang baru baru ini menjabat mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kasipidsus terkait langkah apa saja yang bakal dilakukan Kejari pasca penetapan tersangka DS.

Termasuk, lanjut Ricky, pihaknya akan terus berkomitmen untuk menyelesaikan perkara perkara yang saat ini sedang ditangani Kejari Cianjur.

“Secara detailnya nanti kita akan pertanyakan kepada Kasipidsus, sudah sejauh mana perkembangan kasus itu,” kata dia kepada wartawan belum lama ini. (dan)