Harga Cabai Terus Meroket, Pemilik Warung Nasi: Ini Resiko Berdagang

WARUNG NASI: Salah seorang pemilik warung nasi yang setiap hari menggunakan cabai rawit merah untuk panganannya. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Harga cabai rawit merah hingga kini masih melambung tinggi. Bahkan tak main-main, saat ini ada yang menyentuh angka Rp140.000 per kilogram (Kg). Kenaikan harga tersebut terus terjadi sejak beberapa pekan lalu.

Salah seorang pemilik warung nasi di Jalur Cipanas, Cianjur, Mamang (50 tahun) mengaku, kenaikan harga tersebut tidak terlalu mempengaruhi kualitas olahan masakannya.

“Kalau dikurangin nanti beda rasanya. Apalagi untuk panganan jenis lotek dan petis (rujak), itu kan rata-rata pakai cabai,” ujarnya kepada radarcianjur.com, Jum’at (19/3/2021).

Menurutnya, ini merupakan risiko dari berdagang. Oleh karenanya, ia mengaku tidak akan mengurangi penggunaan cabai dalam olahan masakannya karena khawatir nantinya akan kehilangan pelanggan.

“Engga, ini sebenarnya risiko kita tukang jualan nasi dan lauk pauk. Jualan kan ada juga murahnya, entar pas lagi murah kan lumayan dapat untung, nah kalau lagi mahal ya itu risiko,” ucap dia.

Ia menambahkan, solusi yang dilakukan untuk menghadapi kenaikan harga cabai rawit saat ini dengan berpindah ke tempat belanja yang lebih murah, atau dengan membeli cabai rawit yang masih hijau.

“Paling solusinya biasanya beli di satu pelanggan, kini cari penjual cabai yang harganya sedikit murah. Atau kalau enggak, beli cabai rawit hijau dicampur dengan rawit merah. Biar gak terlalu rugi,” tuturnya.(dan)