Pencuri Gentayangan Incar Ponsel di Cianjur

KEDUA KALI: Maling dengan modus membeli baju terjadi di Kabupaten Cianjur. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com– Kasus pencurian ponsel kembali terjadi. Toko pakaian wanita yang berada di Jalan Yulius Usman Kelurahan Solokpandan disatroni maling pada Kamis (18/3) sekitar puku 12.00 WIB. Ponsel yang dicuri merupakan milik salah satu karyawan yang pada saat kejadian tergeletak di meja kasir.

Karyawan Toko Wida Syalsa, Nada mengungkapkan kronologis kejadian hilangnya ponsel. Sebelum kejadian, dirinya tengah melayani pembeli. Tak berselang lama, pria dengan menggunakan masker dan jaket berwarna kuning masuk.

Pelaku tersebut beralasan akan membeli baju untuk istrinya dan meminta untuk dibuatkan kado. Saat tengah membuat kado, pemilik toko keluar membeli lem.

“Pas lagi bikinin kado, orangnya nyuruh bungkusnya di bawah. Dia milih-milih baju, terus enggak berselang lama keluar begitu aja,” ujarnya saat ditemui RADARCIANJUR.com.

Ia pun bingung dengan pria yang memiliki perawakan tinggi, berkulit sawo matang dan berjaket kuning tersebut. Tak berselang lama, dirinya pun mendapati ponselnya sudah tidak ada.

Saat dicek melalui kamera pengawas atau CCTV, terlihat pelaku membawa ponsel Nada dengan santainya dan pergi begitu saja.

“Dilihat di CCTV dia simpen di kantong belakang celana, pergi gitu aja,” ungkapnya.

Hal serupa pun turut menimpa Karyawan Toko Baju D’Syafi, Rina Nurhasanah di Jalan Aria Wiratanudatar Kelurahan Muka. Dirinya pun turut menjadi korban, meskipun ponsel yang diambil bukan miliknya, melainkan ponsel pemilik toko.

Saat itu, dirinya tengah memfoto pakaian yang akan dijual di media sosial. Pelaku yang diduga sama pun datang dan memilih baju berbarengan dengan dua orang pembeli.

Ketika dirinya tengah melakukan pelayanan kepada kedua pembeli, dengan santainya mengambil ponsel yang tergeletak di atas tumpukan baju lalu beranjak pergi. Kejadian tersebut pun sama turut terekam kamera pengawas CCTV.

“Lagi foto-foto baju, ada yang dateng laki-laki, badannya tinggi dan hidungnya mancung, milih-milih baju lalu pergi. Saya liat ponsel udah enggak ada,” paparnya.

Dua kejadian tersebut pun tidak melaporkan kepada aparat penegak hukum (APH). Hanya rekaman CCTV yang menjadi bukti kuat atas tindakan pencurian tersebut.

Akhir-akhir ini, pencurian ponsel begitu gencar di Kabupaten Cianjur, dalam satu minggu, sudah tiga kejadian. Dua menimpa toko baju dan satu toko batu alam di Jalan KH Abdullah Bin Nuh. (kim)