Wanti-wanti Pendamping PKH Desa, Korkab: Jangan Main-main

Koordinator PKH Kabupaten Cianjur Wilayah II, Astri Yustiniawati. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Cianjur Wilayah II, Astri Yustiniawati menegaskan, kepada para pendamping PKH di masing-masing wilayah mulai tingkat kecamatan maupun desa, tak akan segan-segan menindak jika ada pendamping yang bermain-main dengan para ketua kelompok dan KPM-nya.

“Jadi pengalaman yang sudah-sudah, itu menjadi cerminan bagi kami di Kabupaten. Jika memang terbukti ada “main” dengan ketua kelompok di wilayahnya, maka kami akan tindak tegas. Bahkan kalau perlu, dilakukan proses hukum yang berlaku,” ujarnya kepada radarcianjur.com, di Desa Ciherang belum lama ini.

Ia juga menyampaikan kepada para pendamping PKH, bahwa bekerjalah sesuai tupoksi dan regulasi yang ada. Jangan bekerja dengan hati. Karena kalau dengan hati, itu terkadang bisa terbawa dengan rasa kasian, bukan karena aturan.

Termasuk kepada ketua kelompok pun, Astri mengatakan, harus memberikan arahan agar bisa menjalani sebagaimana peraturan. Yakni sama-sama membantu pendamping PKH desa, bukan melebihi pendamping tersebut.

“Kan tupoksi ketua kelompok ini disini hanya membantu mengkoordinir keluarga penerima manfaat (KPM), bukan justru melebihi pendamping. Seolah-olah bisa mengkoordinir para KPM di wilayah itu,” imbuhnya.

Selain itu, disamping membantu secara pelaksanaan para pendamping, ketua kelompok PKH pun, bisa membantu mendata secara benar siapa-siapa saja warga di wilayahnya yang memang sangat layak sesuai aturan untuk mendapatkan PKH.

“Makanya peran ketua kelompok mungkin bisa membantu dalam hal misalkan pengumpulan KK, KTP, atau biodata yang namanya secara teknis akan membantu dalam hal mendata warga layak menerima PKH. Jadi intinya membantu bukan mencairkan atau memberikan kebijakan bagi si KPM,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, menindaklanjuti program yang telah digulirkan pemerintah pusat serta Kementrian Sosial (Kemensos) hingga ke daerah, PKH kini mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang salah satunya adalah terkait pencegahan stunting.

“Jadi program Kemensos terkait pencegahan stunting di PKH ini diharapkan bisa terus disosialisasikan hingga ke pendamping di kecamatan dan desa, termasuk kepada para ketua kelompok PKH di masing-masing wilayah. Sehingga pencegahan penderita stunting bisa diminimalisir,” tandasnya. (dan)