Bercermin Pada Kasus Tasikmalaya, Waspadai Klaster Sanggar Senam

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal

RADARCIANJUR.com – Kegiatan berkerumun di kondisi pandemi saat ini dilarang untuk dilakukan. Pasalnya bisa menjadi salah satu klaster atau pusat penyebaran Covid-19. Seperti yang terjadi di Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya. Salah satu klub senam yang menjadi klaster, karena sebanyak 47 orang terkonfirmasi Covid-19.

Tidak ingin terjadi di Kabupaten Cianjur. Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 pun dengan tegas melarang kegiatan berkerumun. Meski melakukan kegiatan olahraga, protokol kesehatan seperti menjaga jarak tetap harus dilakukan.

Juru Bicara Pusat Informasi Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, segala bentuk kegiatan yang bersifat kerumunan dilarang.

“Untuk tempat keramaian sudah ada edaran, bahwa untuk melindungi infeksi Covid-19 tidak diperkenankan kegiatan yang bersifatnya berkerumun,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, Jika senam bisa menjaga jarak, diperbolehkan dan tidak sampai bertumpuk. Akan tetapi, jika terdapat pelanggaran seperti kerumunan, bukan tidak mungkin pihaknya akan memberikan tindakan tegas.

“Jika terjadi (berkerumun, red), pengelola akan dimintai keterangan. Bahkan jika ada temuan pelanggaran, akan dikenakan sanksi hukum yang diserahkan pihak kepolisian,” tegasnya. (kim)