Saat Kemarau Empat Sumber Mata Air PDAM Terganggu

PDAM Tirta Mukti Cianjur

RADARCIANJUR.com – Empat sumber air permukaan PDAM Tirtamukti Cianjur pasokannya sering terganggu.

Tiga sumber air yang debitnya sering berkurang adalah di kawasan Ciranjang yang mengambil air dari Sungai Cisokan, lalu kawasan Haurwangi yang mengambil air dari kawasan Sungai Citarum, kawasan Sindangbarang yang mengambil air dari Sungai Cisadea, dan kawasan Kadupandak yang mengambil sumber air dari Sungai Cibuni.

Direktur Utama PDAM Tirta Mukti Cianjur, Budi Karyawan, mengajak warga Cianjur untuk memelihara kawasan hutan lindung dari kerusakan di momen Hari Air Sedunia.

“Kami juga selalu mengadakan penanaman pohon di catchmen area atau daerah tangkapan akr sebanyak 5.000 pohon,” kata Budi di Cianjur, Rabu (24/3/2021).

Budi mengatakan, kerusakan hutan lindung berada di kawasan Cipanas yang banyak dijadikan kebun sayuran oleh warga.

“Beberapa waktu lalu pipa intake PDAM Tirtamukti hancur karena banjir bandang, itu karena abrasi permukaan yang berakibat ke Sungai Cikundul di mana ditempatkan pipa intake,” kata Budi.

Budi mengatakan, saat ini sumber mata air PDAM Tirtamukti memiliki 15 titik sumber air di antaranya Cirumput I, Cilembang, Salakawung, Cirumput II.

“Debit sumber air tentunya yang sering berkurang adalah air permukaan terutama sungai, kalau mata air jarang terganggu,” ujarnya.

Budi mengatakan, di momen hari air sedunia, pihaknya menggratiskan sambungan baru 4.500 pelanggan yang memiliki daya listrik di bawah 900 Watt.

“Maknanya hari air saat ini ada kepedulian pemerintah pusat dan daerah hingga bisa menyambung pelanggan sebanyak 100 persen, kalau dulu hanya sampai 25 ribu saat ini pelanggan sampai 100 biru,” katanya.

Budi mengatakan, warga Cianjur semakin merasakan manfaat air bersih, hal tersebut dinilai baik untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sehingga menopang IPM.

“Kami mendukung penyediaan air bersih untuk menunjang kesehatan warga yang menjadi salah satu indikator peningkatan derajat kesehatan yang masuk ke dalam indeks pembangunan manusia,” kata Budi.(dil)