TPT Runtuh, Satu Keluarga di Pamoyanan Terancam Direlokasi

RADARCIANJUR.com – Diduga tak kuat menahan tanah, tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Loji Gang Kirana RT 03 RW 21, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur runtuh dan hanyut ke aliran sungai Cianjur (28/03/2021).

Menurut informasi yang dihimpun akibat ambruknya TPT dengan lebar 20 meter dan tinggian sekitar 6 meter tersebut berdampak kepada salah satu rumah milik Undang (65) warga warga Kampung Loji Gg. Kirana RT 03 RW 21, Kelurahan Cianjur.

Ditemui Radar Cianjur pemilik rumah Undang mengatakan, kejadian ambruknya TPT tersebut terjadi menjelang pagi.

“Kejadiannya sekitar pukul 05.00 WIB. Saya kaget ada suara berisik, pas saya liat tembok penahan belakang rumah saya ambruk, ” katanya kepada Radar Cianjur.

Undang menambahkan, akibat ambruknya tembok tersebut menyebabkan kandang ayam serta ayam peliharaannya ikut terbawa arus sungai.

“Dilokasi itu kan saya bangun kandang ayam. Kandang berisi 12 ekor ayam yah ikut hanyut juga, ” tuturnya.

Terpisah, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur Moch Irfan membenarkan hal tersebut dan telah mendata korban yang terdampak akibat peristiwa tersebut.

“Kita sudah cek lokasi untuk assenment (untuk didata) dan penghuni rumah sebanyak enam orang, ” bebernya.

Lanjut Irfan, saat ini pihaknya telah memberikan himbau kepada pemilik rumah untuk sementara waktu mengungsi ke tempat agar tidak terjadi longsor susulan.

“Korban satu keluarga sudah kami sarankan untuk pindah rumah sementara waktu. Karena kondisi terancam roboh, apalagi sekarang musim hujan, ” ungkapnya.

Dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah. (cr1)