Plt Bupati Cianjur : Mudik Dilarang, Papajar Silahkan Saja

Plt Bupati Cianjur H Herman Suherman

RADARCIANJUR.com– Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia khususnya Kabupaten Cianjur. Pasalnya, di hari raya tersebut masyarakat melakukan perjalanan untuk pulang ke kampung halamannya setelah satu tahun di perantauan. Namun, kondisi pandemi saat ini, tidak semua orang bisa beranjak untuk melakukan perjalanan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur turut melarang masyarakat Cianjur yang berada di dalam maupun luar Cianjur untuk melakukan perjalanan mudik, hal tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Larangan mudik disampaikan langsung oleh Plt Bupati Cianjur H Herman Suherman. Bukan tanpa alasan, larangan ini muncul karena Rt/Rw zona kuning di Cianjur bertambah 1,5 persen. Sehingga Rt/Rw zona hijau di Cianjur masih di angka 98,5 persen.

“Mungkin akibat libur kemarin karena dampaknya langsung berturut-turut. Kedua saya paham karena mungkin masyarakat jenuh dengan pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Dengan mendekati bulan Ramadan dan lebaran Idul Fitri 2021, lanjut Herman, pihaknya sepakat bersama pemerintah pusat dan provinsi untuk melarang masyarakat mudik.

“Ke seluruh masyarakat Cianjur khususnya yang rumahnya di luar Cianjur saya intruksikan, jangan mudik,” tegasnya.

Pihaknya pun akan gencar melakukan sosialisasi melalui Jumat Keliling (Jumling).

“Saya pun akan mmbuat edaran lalu disampaikan ke DKM-DKM agar masyarakat tidak mudik,” ungkapnya.

Namun, masyarakat Cianjur masih diperbolehkan melaksanakan budaya jelang puasa yaitu papajar. Tapi, dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan.

“Papajar silakan saja tapi kapasitas wisata hanya diisi setengahya, penerapan protokol kesehatan lengkap dan ketat. Tidak melarang karena kita juga ingin ekonomi tumbuh,” jelasnya

Termasuk salat tarawih, Herman menegaskan, pihaknya tidak melarang masyarakat untuk beribadah. Namun, penerapan protokol kesehatan harus diutamakan.

“Silakan saja (salat tarawih, red) tidak dilarang. Yang dilarang itu yang pakai karpet, copot dulu karpetnya. Sediakan thermogun, tempat cuci tangan juga,” tutupnya. (kim)