Tahap Awal, AP II Prediksi GeNose Dipakai Oleh 10-15 Persen Penumpang

RADARCIANJUR.com-Pemerintah segera meresmikan aturan baru bagi syarat perjalanan yang salah satunya penumpang pesawat dapat menggunakan GeNose per 1 April 2021 mendatang selain Antigen dan Swab PCR.

PT Angkasa Pura II (Persero) pun telah melakukan uji coba GeNose C19 untuk tes COVID-19 di dua bandara yaitu Bandara Husein Sastranegara (Bandung) dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang). Tujuan utama dari uji coba adalah memastikan kesiapan sumber daya manusia, fasilitas dan proses pelaksanaan dalam implementasi GeNose C19 sebagai alat tes COVID-19 bagi calon penumpang pesawat.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, setelah uji coba berjalan lancar dan merumuskan sejumlah prosedur, Bandara Husein Sastranegara (Bandung) dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (Palembang) siap menerapkan tes GeNose C19 bagi calon traveler pada 1 April 2021.

Ia menyebut, sesuai aturan tersebut dimana tes GeNose C19 yang menjadi salah satu alternatif tes Covid-19 selain rapid test antigen dan PCR test, pihaknya memperkirakan pada tahap awal jumlah penumpang pesawat yang menggunakan tes GeNose C19 bisa mencapai sekitar 10 persen hingga 15 persen dari total penumpang pesawat yang berangkat.

“Implementasi dan pelaksanaan GeNose C19 di bandara AP II nantinya juga akan mematuhi peraturan dari Kementerian Perhubungan. Operasional tes GeNose C19 nantinya akan dilakukan mitra usaha yang berkompeten seperti misalnya Farmalab,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (30/3).

Berdasarkan jumlah bilik dan kapasitas mesin GeNose C19, di Bandara Husein Sastranegara (Bandung) dapat melayani sekitar 400 orang/hari untuk tes GeNose C19, sementara itu di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang) sekitar 700 orang per hari.

Adapun berdasarkan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 12 tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19, tercantum bahwa pelaku perjalanan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif tes GeNose C19 di bandar udara sebelum keberangkatan sebagai syarat persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia.

“Pada tahap awal, penerapan GeNose C19 pada 1 April 2021 di Bandara Husein Sastranegara Bandung dan Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Setelah itu, bertahap diterapkan di bandara-bandara lain yang dikelola perseroan,” pungkasnya.(jpc)