Angka Kemiskinan Kabupaten Cianjur Naik?

Kondisi rumah Badranudin di Kampung Maleber, RT 03 RW 12, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet terlihat sudah usang.

RADARCIANJUR.com– Sepanjang 2020-2021, angka presentase kemiskinan di Kabupaten Cianjur mengalami penurunan. Hal tersebut terungkap saat rapat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur.

Dari laporan yang disampaikan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, masyarakat miskin di Kabupaten Cianjur pada 2019 sebesar 9,15 persen dan pada 2020 mencapai 10,36 persen. Sehingga angka kemiskinan bertambah 1,21 persen.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman menjelaskan, meningkatnya angka masyarakat miskin di Cianjur diakibatkan tekanan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, sekarang pandemi, lagi meningkat-meningkatnya (kemiskinan, res). Untuk masalah ini bukan hanya Cianjur tapi secara nasional,” ujarnya.

Akibat pandemi Covid-19, Herman tidak menampik bahwa ekonomi serta sektor lainnya mengalami penurunan. Hal ini pun dinilai. sangat merepotkan pemerintah.

“Karena kan masyarakat dengan adanya pandemi ini, secara ekonomi turun, bahkan bukan hanya kemiskinan tapi semuanya juga turun. Sekarang kita lagi tahun repot,” jelasnya.

Dalam menangani hal ini, pihaknya menyebut, masyarakat harus sehat dengan membentuk kekebalan komunal melalui vaksinasi Covid-19.

“Yang pertmama harus sehat dulu, pandemi selesai, sehat, ekonomi bisa bangkit lalu masyarakat sejahtera,” paparnya.

Herman mengungkapkan, kemiskinan tidak bisa dilakukan sendirian. Tetapi, harus dikeroyok secara bersama-sama. Bahkan, ia menyebut, menangani kemiskinan bukan berarti pemerataan.

“Masalah kemiskinan ini tidak bisa dilakukan sendirian tapi harus dikeroyok, bersama-sama. Penanganan kemiskinan bukan berarti pemerataan, tapi dikeroyok seperti sembakonya, rumahnya, kerjanya, selesia baru pindah ke yang lain,” tambahnya.

Ia berharap pandemi Covid-19 bisa cepat selesai. Sehingga harapan masyarakat untuk kembali hidup dengan normal bisa terwujud.

“Mudah-mudahan pandemi selesai ekonomi bisa tinggi, kemiskinan bisa terkendali,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Cianjur, Ganjar Ramadan mengatakan, laporan yang sudah disampaikan akan didalami oleh panitia khusus di masing-masing fraksi.

“Panitia khusus bertugas memeriksa hasil laporan seperti PAD, dan apa saja yang sudah dibuat selama satu tahun kepemimpinan Pak Bupati,” terangnya.

Ia pun menanggapi soal angka masyarakat miskin yang meningkat. Bahkan, ia menyebut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun menurun sebanyak 0,12 poin yaitu dari 65,48 poin di 2019 menjadi 65,36 poin pada 2020.

“Kabupaten Cianjur grafik kemiskinannya memang naik kita juga DPRD harus mengecek ke lapangan soal itu dan juga IPM kita turun. Tapi ada juga kabupaten/kota lain yang bagua dan stakeholder berarti harus bisa menangnani hal ini,” tutupnya. (kim)