Marak Beras Pandanwangi Gadungan, Pemkab Cianjur Jangan Diam Saja

Beras Pandanwangi

RADARCIANJUR.com – Pandanwangi memang sudah berkekuatan hukum yang paten dengan cap Sertifikat Indikasi Geografis (IG). Kendati demikian, masih banyak produk Pandanwangi gadungan yang marak dijual di pasaran. DPRD pun tak tinggal diam. Dewan mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melakukan langkah atau upaya untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan Pandanwangi.

Komisi B DPRD Kabupaten Cianjur sudah melakukan pembahasan mengenai masa depan Pandanwangi yang berkaitan dengan tata kelola dari mulai pertanian hingga pelestariannya. Sehingga Komisi B DPRD Kabupaten Cianjur terus meminta Pemkab Cianjur agar tidak berdiam diri namun serius dalam menjaga Pandanwangi. “Sekarang Pandanwangi sudah dibangun sebagai tempat wisata. Tapi yang menjadi sumber atau subjek wisata itu area pesawahan Pandanwangi. Jangan sampai hanya dijadikan semacam seremonial Pandanwangi bagian dari Cianjur oleh Pemkab Cianjur tapi tata kelolanya tidak baik,” ujar Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Cianjur Fraksi Partai Gerindra, Diki Ismail.

Dewan pun bergerak cepat untuk menyelamatkan Pandanwangi dengan meminta dinas terkait seperti Dinas Pariwisata serta Dinas Pertanian dan Holtikultura Kabupaten Cianjur bisa mengelola dengan baik keberlangsungan Pandanwangi.

Pria asli Kabupaten Cianjur ini tidak menampik dengan masih ditemukannya beras Pandanwangi abal-abal yang bertebaran di berbagai tempat penjualan beras, khususnya di Kota Santri sendiri. “Yang jadi masalah saat ini adalah banyaknya hasil Pandanwangi, tanda kutip abal-abal dengan mengatas namakan beras Pandanwangi, padahal bukan. Sering kita menemukan, itu kan jadi masalah, tapi dewan akan terus mengawasi dan mendorong agar bisa dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah,” tuturnya.

Berdasarkan hasil pantauan Radar Cianjur, di beberapa toko beras besar masih ditemukan Pandanwangi campuran. Seperti salah satu toko yang berada di Rancagoong, Kecamatan Cilaku. Beras Pandanwangi campuran ini dipatok dengan harga jual Rp72.500 per lima kilogram. Hal serupa pun terjadi di salah satu toko beras di Ciwalen, Kecamatan Warungkondang. Di sini, beras Pandanwangi dijual campuran dengan nominal Rp55 ribu per lima kilogram.

Kepala Bidang (Kabid) Usaha Agribisnis dan Penyuluhan Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan Dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Nurdiyanti mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cianjur sudah berupaya untuk menjaga kelestarian padi Pandanwangi.
“Sudah ada program dari Bupati dengan Dinas Pertanian tentang pelestarian beras Pandanwangi yaitu dengan melakukan pemurnian benih Pandanwangi setiap lima tahun sekali di balai benih. Karena sudah beberapa kali tanam beras Pandanwangi wanginya berkurang, selain itu bentuknya asalnya lonjong menjadi bulat (turunannya).
Hal tersebut terjadi akibat beberapa faktor seperti penggunaan pupuk kimia, kualitas air yang jelek dan lain-lain,” ujarnya.

Selain itu, menurut Yanti, untuk menjaga keaslian Beras Pandanwangi, pihaknya telah bekerjasama dengan Masyarakat Peduli Padi Pandanwangi Cianjur (MP3C). Sebuah organisasi yang dibentuk untuk mewadahi petani, pengusaha serta peneliti padi Pandanwangi dari Universitas Suryakancana (Unsur).

“Kita lebih menjaga juga agar tidak dimainkan atau diklaim oleh pihak-pihak tertentu sehingga beras pandanwangi asli itu memiliki cap MP3C,” ungkapnya.

Lanjut Kabid, keuntungan ekonomis menanam beras Pandanwangi yaitu memiliki harga jual yang dua kali lipat dari beras biasa sehingga petani mendapatkan keuntungan yang lebih. Namun karena masa tanam yang hanya bisa di tanam setahun dua kali Kebanyakan petani lebih memilih menanam beras biasa.

” Untuk itu menurut saya alangkah lebih baiknya pemerintah Kabupaten Cianjur membeli sawah para petani untuk khusus ditanami beras pandanwangi dan nantinya yang mengelola petani setempat,” tandasnya.

Beras Pandanwangi sering disebut juga beras Mentri karena harganya yang mahal serta kualitas yang bagus.

” Beras Pandanwangi memiliki ciri-ciri berasnya wangi dan pulennya khas yang memang tidak dimiliki jenis beras lainnya, ” katanya kepada Radar Cianjur.(kim)