Polri Tegaskan Hanya Satu Pelaku yang Menyerang Mabes

LONE WOLF: Zakiah Aini yang ditembak mati polisi karena menyerang Mabes Polri. Dia diduga terpapar paham ISIS. Zakiah Aini diduga membawa airgun Hingga kemarin belum diketahui asal senjata tersebut. (MABES POLRI)

RADARCIANJUR.com – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menekankan, penyerangan terhadap kantornya dilakukan hanya seorang diri, yakni perempuan berinisial ZA. Karena sempat beredar isu, ZA bersama rekannya, saat mendatangi Kompleks Mabes Polri.

“(Penyerang) satu orang, itu saja,” kata Argo dikonfirmasi, Kamis (31/3).

Isu mengenai adanya orang lain yang mendampingi ZA terdengar dari kesaksian juru parkir bernama Ari, di kawasan Kompleks Mabes Polri. Ari mengungkapkan, terduga teroris yang ditembak oleh aparat kepolisian berjenis kelamin perempuan. “Teroris yang cewe meninggal ditembak,” ujar Ari.

Ari menduga, kawanan teroris yang memasuki markas Korps Bhayangkara itu berjumlah dua orang. Satu terduga teroris lainnya berjenis kelamin laki-laki. “Terorisnya dua, cowoknya ngumpet nih nggak tahu dimana,” ujar Ari.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menyampaikan kronologis penyerangan terduga teroris berinisial ZA, 25, yang masuk ke Kompleks Mabes Polri, sekitar pukul 16.30 WIB. Penembakan tegas dan terukur dilakukan aparat kepolisian terhadap pelaku terorisme tersebut.

Listyo mengungkapkan, ZA mendatangi Kompleks Mabes Polri sekitar pukul 16.30 WIB. Perempuan yang mengenakan gamis hitam dengan kerudung biru terlebih dahulu menanyakan kepada aparat yang berjaga mengenai pos jaga.

“Kurang lebih jam 16.30 tadi ada seorang wanita yang berjalan masuk dari pintu belakang, kemudian yang bersangkutan mengarah ke pos gerbang utama yang ada di Mabes Polri,” kata Listyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/3).

“Yang bersangkutan kemudian menanyakan, dimana keberadaan kantor pos dan kemudian diberikan pelayanan oleh anggota. Kemudian ditunjukkan arah kantor pos tersebut,” sambungnya.

Setelah diberi tahu letak kantor pos penjagaan, pelaku melakukan penyerangan terhadap aparat kepolisian. Pelaku sempat mengeluarkan tembakan ke polisi sebanyak enam kali.

“Kemudian perempuan tersebut meninggalkan pos namun kemudian kembali dan melakukan penyerangan anggota terhadap anggota yang ada di pos jaga dengan melakukan penembakan sebanyak enam kali, dua kali kepada anggota yang di dalam pos, dua kali yang ada di luar, dan menembak lagi kepada anggota yang di belakangnya,” ujar Listyo.

Mengetahui aparat yang berjaga diserang, aparat kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur kepada ZA. Wanita kelahiran 14 September 1995 seketika tewas terkena timah panas petugas. “Terhadap tindakan tersebut, dilakukan tindakan tegas terukur,” pungkas Listyo.(jpc)