Tangani Bencana Alam di NTT dan NTB, Jokowi Minta Gerak Cepat

RADARCIANJUR.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) prihatin terhadap bencana banjir bandang dan juga longsor yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jokowi mengatakan, atas nama pribadi dan seluruh rakyat Indoensia dirinya enyampaikan duka cita mendalam atas korban meninggal dunia dalam musibah tersebut.

“Saya kuga memahami kesedihan yang dialami saudara kita akibat dampak yang ditimbulkan dari bencana ini,” ujar Jokowi dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (5/4).

Untuk itu Jokowi telah memerintahkan kepada Bandan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit untuk bisa memberikan perhatian terhadap bencana tersebut.

“Untuk melakukan secara cepat evakuasi dan penanganan korban bencana serta penanganan dampak bencana,” katanya.

Jokowi juga meminta pnagangan bencana dapat dilaksanakan dengan cepat dan baik. Seperti bantuan pelayanan kesehatan, kertersediaan logistik, kebutuhan dasar bagi para pengungsi serta juga perbaikan infrastruktur.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan selalu meningkatkan kewaspadaan dari bencana banjir dan longosor karena meningkatkanya curah hujan yang esktrim. Perhatikan selalu peringatan dini dari BMKG dan aparat di daerah,” ungkapnya.

Sebelumnya, BNPB mencatat korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 44 orang. Catatan itu dimutakhirkan pada Minggu (4/4) pukul 15.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan korban jiwa tersebar di tiga desa. BNPB dan sejumlah lembaga negara masih terus memperbarui data dari lapangan.

“Desa Lamanele 38 orang meninggal dunia, Desa Waiburak 3 orang meninggal dunia, Desa Oyang barang 3 orang meninggal dunia. Total 44 orang meninggal dunia, 7 hilang dalam pendataan,” kata Raditya.

Adapun, sejumlah desa di Kabupaten Flores Timur dihantam banjir bandang. Kejadian berlangsung sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

BNPB mengatakan banjir bandang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Flores Timur beberapa jam belakangan. Hingga saat ini, pemerintah setempat masih berupaya melakukan penanganan di lokasi bencana.(jpc)