Uang Nasabah Raib, Ini Kata BRI Cianjur

NAAS: Nasabah mendatangi kantor cabang BRI Cianjur untuk meminta kejelasan hilangnya uang di atm. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com -Ratusan nasabah geruduk kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Cianjur yang berada di Jalan Adi Sucipta Kelurahan Sawahgede Kecamatan Cianjur. Kedatangan nasabah tersebut untuk meminta kejelasan mengenai hilangnya uang nasabah dari rekening mereka.

Meski begitu pihak Pemimpin BRI Cabang Cianjur Yoni Arianto mengaku akan bertanggungjawab terkait atas dugaan terjadi skimming terhadap beberapa orang nasabah. Tercatat ada sekitar 30 orang nasabah melaporkan hal yang sama dengan kerugian bervariatif mulai dari Rp5 juta hingga Rp51 juta.

Yoni mengatakan terkait laporan yang diterima, pihaknya langsung menindaklanjuti pengaduan nasabah dan saat ini tengah melakukan investigasi bersama pihak terkait. “Jika laporan tersebut terbukti merupakan tindak kejahatan skimming, BRI bertanggungjawab menyelesaikan hal tersebut,” ujar Yoni kepada sejumlah wartawan.

Pihaknya juga mengimbau nasabah, agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan, selalu rutin mengganti fassword atau PIN kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Selain itu juga selalu menjaga kerahasiaan nomor rekening tabungan, nomor kartu, nomor CVV kartu kredit, dan nomor OTP transaksi. “Jangan memberikan data apapun termasuk pada orang atau oknum yang mengatasnamakan BRI. Terkait laporan nasabah akan segera kami tindaklanjuti,” ungkapnya.

Sementara itu, Sandri (40) salah satu nasabah mengungkapkan, saat itu dirinya tengah makan siang sekitar pukul 12.00 WIB. Dirinya mengetahui hal tersebut dari pemberitahuan di ponselnya. “Itu diambilnya pada hari itu juga secara bertahap, dari Rp3 juta tiga kali dan terakhir Rp1 juta. Dalam tiga menit habis Rp10 juta,” ujarnya.

Ia pun langsung mengecek ke anjungan tunai mandiri (ATM) terdekat untuk mengecek uangnya. Setelah ditelusuri, ternyata ATM miliknya ada yang meretas. “Dicek langsung, ternyata pas saya dateng ke bank infonya ada yang ngehacker chip ATM nya,” paparnya.

Hal serupa turut dialami oleh Ya (40) menjelaskan, kehilangan saldo di ATM nya setelah melakukan transaksi di ATM yang berada di Cianjur Selatan. “Baru ada notifikasi penarikan uang sebesar Rp1,5 juta. Saya menduga ada yang lihat lewat CCTV,” ungkapnya

Belum lama berselang, Yanto kembali kehilangan saldo sebesar Rp1,5 juta sebanyak dua kali. Akhirnya ia pun mendatangi Bank BRI Cabang Cianjur. “Saya semalem langsung blokir kartu ATM saya,” terangnya

Selain itu, ia pun ikut prihatin atas kejadian ini karena menimpa banyak nasabah dari berbagai kalangan. Bahkan, sampai kini ia tidak tahu kenapa hal itu bisa terjadi. “Saya nggak tahu hal itu terjadi, terus sempet ada notifikasi yang menyebut data saya tidak terdeteksi, pas dicek uangnya sudah tidak ada,” imbuhnya.

Para nasabah pun terlihat mengantri di ATM untuk mengambil uang, agar tidak menjadi korban dari hilangnya secara tiba-tiba.

Kini, kasus tersebut masih dilakukan investigasi secara internal, untuk mengungkap dugaan pembobolan rekening tersebut. Diduga dilakukan oknum tak bertanggung jawab, dan kini telah mediasi mencari solusi bersama.(*/kim)