Jokowi Minta Update Data Pengungsi dan Perbaikan Infrastruktur

RADARCIANJUR.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk mempercepat perbaikan infrastruktur akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jokowi mengaku mendapatkan informasi ada beberapa jembatan yang putus akibat bencana alam tersebut. Sehingga perbaikan infrastruktur ini perlu menjadi perhatian serius.

“Saya melihat ada beberapa jembatan yang roboh, akses jalan juga terputus, segera pulihkan jaringan listrik jaringan telekomunikasi jaringan internet, juga distribusi logistik dan BBM sehingga ini bantuan dapat segera tersalurkan ke masyarakat yang menjadi korban bencana,” ujar Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (6/4).

Jokowi juga memerintahkan kepada jajarannya untuk segera tangani dan penuhi kebutuhan logistik para pengungsi di NTT dan NTB.

“Meskipun saya tahu hari Minggu sudah beberapa di kirim ke NTT, NTB, tetapi karena cuaca yang sangat ekstrem bantuan itu belum bisa masuk ke lokasi,” katanya.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan pemerintah daerah untuk terus melakukan pendataan titik pengungsian. Sehingga nantinya bisa diberikan bantuan logistik dari pemerintah.

“Segera ndata titik-titik pengungsian memastikan logistiknya tendanya, dapur lapangannya untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para pengungsi, juga kebutuhan untuk bayi dan anak-anak terutama air bersih dan MCK-nya,” pungkasnya.

Diketahui, pada Selasa (6/4) sebanyak 8.424 warga NTT mengungsi akibat cuaca ekstrem dampak siklon tropis Seroja. Pengungsian terbesar teridentifikasi berada di Kabupaten Sumba Timur dengan jumlah 7.212 jiwa atau 1.803 KK. Kemudian di Lembata 958 jiwa, Rote Ndao 672 jiwa atau 153 KK, Sumba Barat 284 jiwa atau 63 KK dan Flores Timur 256 jiwa.

Selain pengungsi, BNPB juga menyebut sebanyak 72 orang hilang dampak siklon tropis Seroja di NTT. Dengan rincian, 28 orang hilang di Kabupaten Alor, Flores Timur 23 dan Lembata 21.

Sementara itu, 1.962 rumah terdampak, 119 rumah rusak berat (RB), 118 rumah rusak sedang (RS) dan 34 rumah rusak ringan (RR).(jpc)