Ponpes Ibnul Qayyim yang Digeledah Densus 88 Bukan Milik Muhammadiyah

RADARCIANJUR.com-Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri melakukan penggeledahan di Pondok Pesantren Ibnul Qayyim, Sleman, Jogjakarta pada Jumat (2/4) lalu. Kegiatan ini pun menjadi kabar miring dan dikait-kaitkan dengan organisasi masyarakat (ormas) Muhammadiyah.

Dalam pesan berantai yang beredar disebutkan bahwa pondok pesantren tersebut merupakan milik PP Muhammadiyah. Oknum yang mengatasnamakan Himpunan Aktivis Muda Muhammadiyah bahkan mengajak melakukan unjuk rasa. Mereka menilai perbuatan Densus 88 sama saja menganggap Muhammadiyah sebagai ormas teroris.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti membantah kabar yang menyebutkan bahwa Pondok Pesantren Ibnul Qayyim di bawah naungan Muhammadiyah. Hal itu sudah ia cek hingga ke jajaran Muhammadiyah di wilayah.

“Informasi yang saya terima dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jogjakarta dan LP2M PP. Muhammadiyah, Pondok Pesantren Ibnul Qayyim tidak ada hubungan organisasi dan kepemilikan dengan Muhammadiyah,” kata Abdul dalam akun twitternya @Abe_Mukti, Selasa (6/4).

Selain itu, dia memastikan tidak ada Himpunan Aktivis Muda Muhammadiyah dalam struktur Muhammadiyah. Sehingga Muhammadiyah tidak ikut bertanggung jawab atas seluruh kegiatan kelompok tersebut.

“Dalam struktur Muhammadiyah tidak dikenal organisasi Himpunan Aktivis Muda Muhammadiyah. Kalau ada ajakan aksi oleh himpunan tersebut jelas tidak ada hubungan dengan Muhammadiyah,” imbuhnya.

Atas dasar itu, Muhammadiyah meminta masyarakat tidak mudah percaya atas informasi yang beredar. Semua berita yang beredar harus dicari kebenarannya terlebih dahulu.

“Masyarakat dan khususnya warga Muhammadiyah hendaknya bersikap kritis dan arif terhadap berbagai hasutan dan upaya adu domba dari orang-orang yang berusaha memancing di air keruh,” pungkas Abdul.(jpc)