Sastrawan Daniel Dhakidae Meninggal Akibat Serangan Jantung

RADARCIANJUR.com-Kabar duka kembali datang dari dunia sastra Indonesia, pasalnya salah satu tokoh sastra, DR Daniel Dhakidae dikabarkan telah meninggal dunia pada Selasa (6/4) pagi. Berdasarkan kabar duka yang diterima JawaPos.com, Daniel Dhakidae meninggal dunia di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta pada pukul 07.24 WIB.

Dikatakan bahwa penyebab cendikiawan kebanggaan Indonesia itu meninggal dunia adalah karena mengalami serangan jantung sekitar pukul 03.00 WIB dan segera dilarikan ke rumah sakit. “Sudah dilakukan upaya maksimal, namun Tuhan berkehendak lain,” ungkap adik kandungnya, Laus tersebut dikutip Selasa (6/4).

Kabarnya, jenazah Daniel Dhakidae akan disemayamkan di RS Gatot Subroto, Jakarta. “Jenazah disemayamkan di rumah duka RS Gatot Subroto Jakarta,” terang pesan tersebut.

Ungkapan duka datang dari para tokoh di media sosial Twitter. Salah satunya dari putri Abdurrahman Wahid atau dikenal Gus Dur, Alissa Wahid yang berduka atas berpulangnya sang sastrawan tersebut.

“Sedih sekali atas berpulangnya Pak Daniel Dhakidae, teman diskusi #GusDur sejak muda. Wawasan beliau tentang demokrasi berangkat dari pengalaman sangat panjang menjalani proses demokratisasi negeri ini,” kata dia.

Penulis Andreas Harsono pun turut menyampaikan ungkapan dukanya atas kepergian Daniel Dhakidae. “RIP Daniel Dhakidae (lahir Ngada, Flores 1945) cendekiawan publik, lulusan Cornell University, lama bekerja di Kompas dan Prisma, meninggal serangan jantung usia 76 tahun di Jakarta hari ini,” terangnya.

Sebagai informasi, dikutip dari prismajurnal.com, Daniel Dhakidae lahir di Toto-Wolowae, Ngada, Flores pada 22 Agustus 1945. Ia meraih gelar PhD (1991) di bidang pemerintahan dari Department of Government, Cornell University, Ithaca, New York, Amerika Serikat, dengan disertasi bertajuk “The State, the Rise of Capital, and the Fall of Political Journalism, Political Economy of Indonesian News Industry”.

Disertasi tersebut mendapat penghargaan the Lauriston Sharp Prize dari Southeast Asian Program Cornell University, karena telah ‘memberikan sumbangan luar biasa bagi perkembangan ilmu’.

Kemudian, Daniel juga meraih gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara dari Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (1975) dan Master of Arts bidang Ilmu Politik dari Cornell University (1987).

Dirinya juga pernah menjadi Kepala Penelitian Pengembangan (Litbang) Kompas sejak 1994 sampai 2006, juga berkiprah sebagai redaktur majalah Prisma (1976); Ketua Dewan Redaksi Prisma (1979-1984); dan Wakil Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan, Ekonomi dan Sosial (LP3ES, 1982-1984).(jpc)