20 Warga Perumahan di Cianjur Positif Covid-19, Dua Meninggal Dunia

Sebanyak 40 warga perumahan Griya Maleber dilakukan swab tes karena menyusul 8 orang dikabarkan terpapar positif virus Covid-19.

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 40 warga perumahan Griya Maleber dilakukan swab tes karena menyusul 8 orang dikabarkan terpapar positif virus Covid-19.

Swab tes dilakukan oleh tim dari Puskesmas Karangtengah Cianjur. Kabar adanya warga perumahan yang terpapar covid-19 cukup mengagetkan warga karena saat ini tren Cianjur sedang berada di zona hijau.

“Swab tes ini kami lakukan sebagai Tracing untuk mengetahui sejauh mana penyebaran virus covid-19 di perumahan ini,” ujar Kepala Puskesmas Karangtengah Nenden Evi di lokasi swab tes, Rabu (07/4/2021).

Nenden mengatakan, ia tak bisa menyebutkan detil jumlah berapa yang positif terpapar covid-19 karena itu merupakan kewenangan dari juru bicara Satgas Covid-19.

“Ada beberapa yang terpapar, namun detilnya itu kewenangan jubir, supaya informasinya satu pintu,” kata Nenden.

Nenden berharap semua warga bisa berkoordinasi dengan baik dan bisa mengikuti swab tes agar penyebaran bisa diketahui dan bisa dicegah.

Selain itu menurut informasi yang dihimpun 20 orang warga Perumahan Griya Maleber Indah, Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur terpapar Covid 19.

Ridwan Efendi (70) Ketua RW 09 Perumahan Griya Maleber Indah, mengatakan, ada 20 warganya yang sudah terpapar covid-19, dua orang di antaranya meninggal dunia.

“Hari ini di wilayah kami ada kasus baru 8 orang positif, saat Diswab tes ternyata ada yang reaktif,” katanya Rabu (7/4/2021).

Ridwan menambahkan, dirinya telah mengusulkan kepada pemerintah untuk melakukan vaksinasi semua warga perumahan Griya Maleber Indah.

“Saya usulkan kepada pemerintah agar dilakukan vaksinisasi kepada seluruh warga diwilayah perumahan Griya Maleber Indah,”tuturnya

Terpisah Kepala Desa Maleber, Deden Jamaludin, mengatakan dua orang stafnya termasuk yang positif terpapar virus covid-19.

Ia mengimbau semua warga tak bepergian jauh dulu ke luar kota menjelang Ramadan.

“Harus selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun,” ungkapnya.(cr1)