Cegah limbah IPAL, Satgas Citarum Harum Sidak Perusahaan

Satgas Citarum harum lakukan sidak Instalasi pembuangan limbah ke 2 perusahaan di Sukaluyu dan Ciranjang.

RADARCIANJUR.com – Satgas Sektor 12 Citarum Harum melakukan sidak ke dua pabrik di wilayah Kecamatan Sukaluyu dan Kecamatan Ciranjang, Selasa (6/4/2021).

Pada sidak tersebut ditemukan dua jaringan instalasi pengolahan air limbah di PT QL Agrofood di Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur ditemukan langsung dibuang ke sungai.

Komandan Sektor 12 Citarum Kolonel ARH Syarif Hidayatullah, meminta kepada pihak pabrik PT QL untuk memperbaiki bak penampung limbah karena air yang keluar dari bak tersebut hanya sekadar lewat tanpa adanya proses pembersihan.

“Saya suruh pegawai pabrik cuci muka, katanya bersih, tapi mereka pada ga mau. Jelas ini ga bersih, ada dua saluran limbah yang langsung dibuang ke sungai,” ujar Syarif.

Diketahui PT QL Agrofood Sukaluyu adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi telur.

Selain itu, Syarif juga berkeliling ke tempat pengolahan pupuk organik di bagian bawah pabrik untuk melihat semua saluran pembuangan yang dibuang dari pabrik ke saluran atau sungai.

Humas PT QL Agrofood Rahmat Hasanudin mengatakan, pihaknya akan segera memperbaiki arahan dari Sektor 12 untuk memperbaiki saluran IPAL.

” Terimakasih kasih atas arah dan kunjungannya. Nanti kami akan tingkatkan lebih memperbaiki saluran pembuangan pabrik kami,”tuturnya.

Sidak juga dilakukan Satgas Sektor 12 Citarum Harum ke salah satu Perusahaan di Kecamatan Ciranjang PT Tirta Sukses Perkasa . Di lokasi tersebut ditemukan dua saluran pembuangan air yang cukup deras yang tak bisa dijelaskan oleh pihak pabrik.

Perwakilan pabrik, Elsayaf Ardhi mengatakan jalannya sidak secara umum berlangsung baik. Menurutnya ada beberapa catatan yang akan segera diperbaiki pihak pabrik.

“Nanti kami akan perbaiki kekurangan dalam pembuangan limbah,”tandasnya.

Kegiatan Satgas Sektor 12 Citarum Harum akan lebih ditingkatkan dalam mengontrol saluran air yang ada di setiap pabrik untuk meminimalisir limbah kotor yang berdampak pada masyarakat. (cr1)