Bantu Evakuasi Korban di NTT, Korps Marinir Kirim Pasukan Khusus

RADARCIANJUR.com-Korban tewas di NTT makin bertambah. Kepala BNPB Doni Monardo mengungkapkan, total 138 orang ditemukan meninggal. Sebanyak 61 orang lainnya masih dalam pencarian.

Korban terbanyak masih di Kabupaten Flores Timur, yakni 67 orang meninggal dan 6 lainnya hilang. Di Kabupaten Alor 25 orang meninggal dan 20 masih hilang. Di Malaka 4 orang meninggal.

Di Kabupaten Kupang 5 orang meninggal. Di Kabupaten Lembata 32 orang meninggal dan 35 orang hilang. Di Kabupaten Sabu Raijua 2 orang meninggal serta Kabupaten Ende dan Kota Kupang mencatatkan masing-masing 1 orang meninggal. Sementara jumlah pengungsi telah mencapai 13.226 orang.

Doni menjelaskan, sampai kemarin pun masih banyak kendala untuk mencapai titik-titik yang diterjang banjir bandang. Sebagian proses evakuasi jenazah masih dilakukan dengan cara manual. Sehingga evakuasi belum bisa efektif karena para korban tertimbun batu-batu besar yang tidak mungkin diangkat dengan cara manual.

”Masih kesulitan memobilisasi alat berat. Cuaca belum begitu bagus. Kapal yang mengangkut alat berat belum bisa berlayar,” bebernya.

Kemarin Korps Marinir TNI-AL memberangkatkan satuan tugas (satgas) kemanusiaan. Mereka bertolak dari Jakarta ke NTT melalui Lanud TNI-AU Halim Perdanakusuma. Menurut Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Suhartono, total ada 22 pasukan khusus Korps Marinir yang tergabung dalam satgas tersebut. ”Untuk melaksanakan tugas kemanusiaan, penanggulangan bencana di NTT,” katanya.

Satgas dipimpin Mayor (Mar) Doni. Pria yang sehari-hari bertugas sebagai pasiops Batalyon Angmor 1 Korps Marinir itu menyatakan bahwa tim yang dia pimpin siap digerakkan membantu masyarakat terdampak bencana alam. ”Untuk membantu saudara-saudara sebangsa yang membutuhkan pertolongan,” ucapnya.

Kemarin pesawat Hercules C-130 dengan nomor ekor A-1323 yang mengangkut pasukan Marinir terbang dari Jakarta sekitar pukul 07.00. Selain Satgas Kemanusiaan Korps Marinir, pesawat angkut milik TNI-AU itu juga membawa sejumlah bantuan. Di antaranya satu unit ambulans, lima unit tenda, tabung oksigen, perlengkapan bedah minor, obat-obatan, dan peralatan medis lainnya.

Butuh Alat Berat

Sementara itu, dari kunjungan sebelumnya di NTT, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan, sejumlah wilayah memang mengalami kondisi cukup parah. Misalnya Adonara dan Lembata. Ende dan Malaka juga masih banjir tinggi. ”Saya juga mendapat laporan Kabupaten Alor, Pulau Pantar, kondisinya berat. Sumba Timur, komunikasinya juga belum bisa terlalu baik,” ujarnya.

Karena itu, setelah kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan sejumlah administrasi, Risma (sapaan Tri Rismaharini) akan terbang lagi ke NTT hari ini. Dia mengaku cemas karena masih ada daerah yang belum tersentuh bantuan makanan. Di Sumba Timur saja, kata Risma, meski telah tersedia bantuan pangan, jumlahnya masih kurang karena pengungsi cukup banyak.

Selain bantuan makanan dari Jakarta, rombongan akan membawa sejumlah alat yang diperlukan. Misalnya kompor gas yang disebutnya sangat dibutuhkan untuk memasak makanan bagi para pengungsi. ”Padahal, yang dimasak ribuan. Masak kalau masak lama, makan mi instan terus?” katanya.

Kemudian alat potong pohon. Pasalnya, banyak jalan yang masih tertutup pohon sehingga menyulitkan akses mereka. ”Mereka juga minta ada alat berat,” ungkap mantan wali kota Surabaya tersebut. Alat berat itu digunakan untuk mencari jenazah yang belum ditemukan. Selama ini pencarian masih dilakukan secara manual. ”Tidak bisa besok, tapi kami upayakan secepatnya,” sambung Risma.(jpc)