RUMPUN Cianjur Keluhkan PTSL Dijadikan Lahan Proyek

Rumah pergerakan untuk negeri ( RUMPUN) Kabupaten Cianjur mendatangi Rumah Aspirasi Ir. H. Irwan Ardi Hasman salah satu anggota DPR RI komisi 2 Fraksi Gerindra. Untuk mengadukan Permasalahan program sertifikat tanah sistematis lengkap (PTSL) yang kerap di jadikan lahan proyek oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Foto : Bayu Nurmuslim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Rumah pergerakan untuk negeri ( RUMPUN) Kabupaten Cianjur mendatangi Rumah Aspirasi Ir. H. Irwan Ardi Hasman salah satu anggota DPR RI komisi 2 Fraksi Gerindra di jalan raya Bandung, Kecamatan Karangtengah, Rabu (07/04/2021).

Pada acara kunjungan tersebut selain melakukan silaturahmi juga menyalurkan aspirasi tentang bidang agraria di Kabupaten Cianjur.

Ketua RUMPUN Kabupaten Cianjur Sodik mengatakan, kedatangannya ke rumah aspirasi salah satu anggota DPR RI tersebut ingin mengutarakan permasalahan-permasalahan yang kerap dialami masyarakat.

“Berangkat dari panggilan hati, juga buntut dari banyaknya keluhan masyarakat tentang permasalahan agraria yang kerap sulit di selesaikan,” katanya kepada Radar Cianjur.

Menurut Sodik, masalah yang kerap dialami masyarakat yaitu pendaftaran program pembuatan sertifikat tanah sistematis lengkap (PTSL) diantaranya biaya yang tidak sesuai menurut aturan SKB 4 Menteri dan proses pembuatan yang memakan waktu lama.

“Masyarakat banyak yang mengeluh terkait biaya yang cukup mahal dan tak sesuai aturan kebijakan pemerintah. Diaturan sendiri harga pembuatan PTSL hanya 150 ribu, tetapi pada kenyataannya dilapangan ada yang dimintai pihak desa berkisar antara 200 ribu sampai 350 ribu dan sering juga terjadi keterlambatan hasil sertifikat yang diserahkan ke masyarakat,” terangnya.

Selain itu Sodik menuturkan, di Kabupaten Cianjur marak terjadi masalah tanah negara berstatus Hak Guna Usaha (HGU) baik yang dikuasai PTPN maupun pihak swasta yang ditelantarkan dan digarap masyarakat.

Total lahan yang ditelantarkan oleh pengelola dengan luas kurang lebih 43.000 hektare yang tersebar di setiap kecamatan di Kabupaten Cianjur.

“Pemerintah Kabupaten Cianjur tidak segera melakukan tindakan penetapan tanah terlantar. Padahal kan ada pajak restribusi untuk kepentingan masyarakat juga,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Rumah Aspirasi Ir. H. Irwan Ardi Hasman, Dwi Prasetya, menyambut baik kedatangan ketua Rumpun Kabupaten Cianjur untuk bersilaturahmi serta menyampaikan permasalahan-permasalahan yang kerap dialami masyarakat.

“Terimakasih atas kedatangannya, sangat kami apresiasi sekali dengan meminta permohonan pendampingan penyelesaian masalah agraria yang diduga banyak penyimpangan di Kabupaten Cianjur,” kata Dwi

Dwi menyampaikan, hal tersebut sangat tepat dilakukan mengingat permasalahan tersebut sesuai bidang kerja H. Irwan Ardi Hasman dikomisi 2 bergerak di bidang ruang lingkup kerja kementerian pertanahan dan agraria.

“Aspirasi masyarakat ini kita tampung dan akan di koordinasikan dengan Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Cianjur agar permasalahan-permasalahan tersebut dapat di selesaikan,”tandasnya.

Sementara itu, Pihak BPN Kabupaten Cianjur hingga kini belum bisa memberikan komentar terkait hal tersebut. (cr1)