Satu Keluarga di Desa Kanoman Cibeber Tinggal di Rumah yang Nyaris Roboh

Keluarga Bapak Alud sudah 16 tahun lamanya menempati bangunan yang berdiri di tanah milik salah satu anaknya. Kondisi rumah yang tak layak tersebut mesti mendapatkan perhatian dari pihak manapun. Foto : Bayu Nurmuslim / Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Nasib memprihatinkan dialami satu keluarga di kampung Cibogo RT 01 RW 12 Desa Kanoman Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur tinggal di rumah yang nyaris roboh.

Diketahui rumah dengan luas 8×6 meter tersebut milik keluarga Bapak Alud (70) yang sudah 16 tahun lamanya berdiri di tanah milik salah satu anaknya.

Rumah panggung yang didominasi Anyaman bambu tersebut nampak memprihatinkan dengan kondisi atap yang sudah bolong, pintu dan jendela yang sudah lapuk dimakan usia serta dinding yang terbuat dari anyaman bambu hampir habis dimakan rayap.

Yang lebih menghawatirkan, jika musim hujan satu keluarga tersebut tidak bisa tidur karena banyaknya tetesan air hujan yang hampir turun di setiap sudut ruangan rumah tersebut.

Ditemui Radar Cianjur Ketua RT setempat Hamdan membenarkan, salah satu warganya mengalami nasib yang sangat memprihatikan.

“Memang, keluarga bapak Alud ini kalau diceritakan pasti sedih lah, udah mah pada tua. Kondisi rumahnya jauh dari kata layak,” katanya pada Radar Cianjur.

Menurut Alud keluarga tersebut termasuk keluarga dengan kategori miskin dan perlu mendapatkan bantuan.

Penghasilan yang didapatpun jauh dari kata cukup sehingga kerap dibantu masyarakat sekitar serta pemerintah Desa.

“Setau saya bapa Alud kerjanya serabutan, kalau ada kerja kuli dikebun pisang, kalau gak ada yah nganggur. Paling di bantu-bantu sama menantunya yang sehari-hari bekerja sebagai supir muat sayuran,” tuturnya.

Selain itu menurutnya, istri dari bapa Alud bertahun tahun mengidap penyakit stroke ringan sehingga hanya bisa terbaring dan tak bisa melakukan aktivitas seperti biasa.

” Istrinya udah hampir 2 tahun menderita penyakit stroke ringan. sehari-hari cuma bisa terbaring sama duduk gak bisa jalan,” ungkapnya.

Hamdan mengatakan, sudah ada perhatian dari berbagai pihak termasuk Pemerintah setempat namun untuk pembangunan rumah tersebut tidak kunjung terealisasi.

” Pemerintah Desa, Kecamatan, Polsek sudah pada nengok ke sini. Ngasih bantuan sembako sama uang untuk berobat istrinya.Tapi kalau rumah belum ada tindakan apa-apa,” bebernya.

Hamdan berharap, adanya bantuan untuk membangun rumah keluarga tersebut karena khawatir suatu saat akan roboh.

“Takutnya roboh, pengen segera dari pihak manapun untuk merenovasi rumah keluarga bapa Alud,” tandasnya.(cr1)