76 Nasabah BRI Kehilangan Uang

TAK MAU JADI KORBAN: Puluhan nasabah BRI Cianjur mengantri untuk mengecek dan menarik uang agar tidak menjadi salah satu korban. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Pertanyaan berapa jumlah nasabah BRI Cianjur yang kehilangan saldonya di awal pekan ini perlahan terungkap. Selama lima hari ini hingga kemarin, sebanyak 76 nasabah BRI diketahui mengalami kehilangan uang di dalam rekeningnya.

Pimpinan Cabang BRI Cianjur, Yoni Ariyanto mengatakan, proses pendataan masih terus dilakukan pihaknya. “Kami masih terus melakukan investigasi, tentu saja koordinasi dengan pusat. Kalau hari ini (kemarin, red) sudah terdata 76 nasabah,” ujarnya kepada Radar Cianjur.

Namun, jumlah itu disebut bukan merupakan total akhir. Artinya, BRI Cabang Cianjur baru mengetahui jumlah itu dari banyaknya laporan yang masuk ke dalam BRI Cabang Cianjur. Jumlah itupun berasal dari akumulasi hari per hari sejak hari pertama peristiwa raibnya sejumlah saldo di dalam rekening nasabah. “Setiap hari ada laporannya. Tak meunutp kemungkinan, besok-besok masih akan bertambah. Karena kita lihatnya kan salah satunya dari laporan nasabah,” tuturnya.

Meski belum ada pernyataan resmi dari kepolisian, Yoni mengklaim, peristiwa hilangnya uang nasabah BRI merupakan hasil kejatahan skimming. “Iya, 100 persen karena skimming. Itu yang kita dapatkan dari BRI Pusat,” ungkapnya.

Sayangnya, pernyataan skimming yang diungkapkan berkali-kali itu tidak bisa dijabarkan oleh pihak BRI Cabang Cianjur.

Hal tersebut terbukti saat menggelar preskon bersama sejumlah awak media. Ia menjelaskan, yang mengetahui secara teknis merupakan BRI Pusat.

“Saya tidak berkompeten (soal Skimming), cari saja di Google,” ujarnya.

Lanjutnya, teknis investigasi mengenai ditetapkannya kejahatan skimming, semua bisa ditanyakan ke kantor pusat. Bahkan, saat mempertanyakan mengenai jumlah uang yang hilang, dirinya kembali mengarahkan untuk bertanya ke kantor pusat. Tapi pihaknya tetap bersikukuh bahwa hilangnya uang nasabah tersebut merupakan kejadian skimming.

“Yang menentukan skimming itu pusat karena desk investigasi ada di kantor pusat. Lebih detailnya di kantor pusat, saya kurang memahami,” terangnya.

Saat disinggung mengenai adanya dugaan keterlibatan internal BRI Cabang Cianjur, dirinya membantah dugaan tersebut dan tetap menekankan kejadian tersebut skimming.

“Saya tidak tanggapi itu (keterlibatan internal, red), ini kejadian skimming,” tutupnya.

Di lapangan sendiri, sejumlah nasabah masih banyak yang resah dan khawatir untuk menyimpan uang di rekeningnya masing-masing.

Menurut pantauan Radar Cianjur di beberapa unit BRI kecamatan masih terlihat banyaknya antrian. Seperti terlihat di unit BRI Cikaroya Warungkondang masih membludak sejumlah nasabah yang akan melakukan aktifitas penarikan atau pengecekan di ATM.

Ditemui Radar Cianjur, S warga Desa Cieundeur salah satu Nasabah Bank BRI mengaku sempat khawatir sejumlah uangnya hilang jika disimpan di rekening Bank BRI yang ia miliki.
“Sempet takut nyimpen uang di rekening BRI yang saya punya. Apalagi dengar diberitakan lagi rame-ramenya tuh,” katanya kepada Radar Cianjur.

Selain itu menurutnya, ia pun sempat khawatir tidak dapat digunakannya Aplikasi BRI LINK yang ia jadikan ladang usaha sehari-hari di rumahnya.

” Kemarin kan sempat error, gak bisa digunakan. Banyak pelanggan saya yang mau transfer uang,” tuturnya.

Berbeda dengan Bank BRI unit Kecamatan Gekbrong yang terlihat sepi tidak terjadi kerumunan masa yang melakukan aktivitas di tempat tersebut. NM (21) warga Desa Gekbrong mengaku, telah mendengar berita kasus pembobolan sejumlah nasabah Bank BRI.

Namun ia tak terlalu khawatir karena beranggapan hal tersebut dapat diselesaikan oleh Bank tersebut.

“Saya dengarlah, udah viral itu beritanya, saya juga kan salah satu Nasabah BRI. Tapi saya gak terlalu khawatir sih, kalau kejadian seperti itukan pasti dan harus ada tanggung jawab dari pihak bank,” ungkapnya.

Ia berharap kejadian tersebut cepat diselesaikan pihak bank karena menyangkut sejumlah uang nasabah yang nominalnya tak sedikit.

” Yah, segera aja cepat diselesaikan. Kasihan juga kan nasabah yang mengalami hal tersebut,” tandasnya. (kim/cr1)