Warga Sukaluyu Meninggal Dunia Diduga Terpapar Covid-19

Kasus Covid 19 kembali terjadi di Kecamatan Sukaluyu, terbaru warga Desa Sukamulya tertular Covid 19 kemudian meninggal. Foto : Bayu Nurmuslim / Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Seorang warga Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu meninggal dunia diduga terpapar Covid-19 19 Sabtu, (10/04/2021).

Menurut informasi yang dihimpun Radar Cianjur, pria tersebut berinisial AR seorang pria yang tengah menjabat sebagai Wakil ketua MUI Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu.

Awalnya pria tersebut diduga tertular dari seseorang yang juga mengidap Covid 19, seseorang tersebut sempat mengalami kontak secara langsung dengan AR.

Ditemui Radar Cianjur, Salah satu anggota tim satuan percepatan dan penanganan Covid 19 Kecamatan Sukaluyu Asep membenarkan, salah seorang warganya yang terinfeksi Covid 19 kemudian meninggal.

“Menurut informasi pasien satu bulan yang lalu sempat mengurusi pasien yang terinfeksi Covid 19 tanpa memberitahukan kepada tim Satgas Covid 19,” katanya kepada Radar Cianjur.

Asep menuturkan, jenazah pasien Covid 19 tersebut sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Cianjur kemudian meninggal dan saat ini dimakamkan di pemakaman umum warga Desa Sukamulya.

“Meninggalnya di RSDH dan saat ini jenazah akan dikebumikan di tempat pemakaman umum masyarakat,” tuturnya.

Selain itu Asep, menjelaskan, pemakaman yang dilakukan secara swadaya bersama masyarakat sudah sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid 19.

“Alhamdulillah kita tadi sudah mensholatkan jenazah sesuai protokol kesehatan Covid 19 serta pemakamannya pun kita sudah menerjunkan tim dibantu masyarakat sekitar,” jelasnya

Terpisah, Kepala Desa Sukamulya Wawan menuturkan, kejadian meninggalnya warganya akibat Covid 19 menjadi pelajaran agar lebih meningkatkan disiplin protokol kesehatan Covid 19.

“Tentunya akan lebih kita tingkatkan untuk pencegahan terjadinya kasus penularan Covid 19. Yang tadinya sosialisasi 3 M menjadi 5 M, ” imbuhnya.

Untuk mencegah kasus penularan Covid 19 di Desanya, kades akan lebih sering mengadakan acara penyemprotan disinfektan di tempat- tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian.

“Nanti kita upayakan penyemprotan disinfektan di titik-titik yang rawan terjadinya keramaian serta nantinya penyemprotan akan dilakukan juga ke setiap rumah warga,” tandasnya. (cr1)