Awas, Ngabuburit Bisa Kena Razia Yustisi

Pelaksanaan operasi yustisidi Kabupaten Cianjur masih gencar dilakukan demi menekan angka penularan Covid 19. Foto : Bayu Nurmuslim / Radar Cianjur.

RADARCIANJUR.com- Ramadan menjadi momentum yang sangat dinantikan masyarakat dengan beragam aktifitasnya. Seperti halnya ngabuburit sembari mencari takjil. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan membatasi kegiatan ngabuburit terlebih jika sampai terjadi kerumunan.

Juru Bicara Pusat Informasi Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal menjelaskan, pihaknya akan melakukan operasi yustisi di lapangan untuk mencegah kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan.

“Untuk di jalan-jalaan tetap akan dilakukan operasi yustisi tappi sifatnya lebih ke laporan masyarakat atau aoarat kecamatan. Kegiatan-kegiatan lain aturannya sama yang penting patuh protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) Cianjur, Hendri Prasetyadi mengungkapkan, operasi yustisi akan dialihkan pada sore hari atau masa jelang berbuka puasa.

“Untuk yustisi kita geser di sore hari di tiga tutik, yaitu di Ramayana, Jalan Mangunsarkoro, dan Jalan Siliwangi. Jadi pagi tidak ada operasi,” paparnya

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih baik berkegiatan di dalam rumah dan tidak berkerumun. Hal ini demi mencegah penularan Covid-19.

“Saya kira pada masa pandemi ini kegiatan di luar rumah dibatasi, lebih baik di dalam rumah saja,” terangnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cianjur, KH Abdul Rauf pun mengatakan hal serupa. Ia menilai, akhir Ramadan akan banyak kerumunan karena mendekati lebaran.

“Untuk lebih dikontinyukan dan diperketat akan ada pelaksanaan operais yustisi selama Ramadan apalagi di akhir Ramadan karena mendekati lebaran akan ramai di mal-mal,” terangnya.

Pihaknya berharap, Ramadan 2021 bisa dilaksanakan dengan baik dan lancar. Sesuai degnan esensi bulam Ramadan itu sendiri.

“Harapan umat Islam khususnya bahwa bulan Ramadan ini benar-benar bisa dilaksanakan dengan khusyu intinya bermakna sesuai maksud dan tujuan puasa Ramadan sendiri menjadikan umat Islam jadi orang yang takwa,” tutupnya. (kim)