Dominasi Lulusan SMA di Jawa Barat, Kades Rawan Korupsi

Kepala bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat, Firman Nurtafiyana

RADARCIANJUR.com- Kepala Desa hingga kini masih menjadi pemegang kebijakan pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat. Hal itu pun selalu menjadi perhatian masyarakat agar pemimpin di Desanya berintegritas tinggi.

Namun di Kabupaten Cianjur, sering ditemukan kasus korupsi yang dilakukan beberapa kepala Desa korupsi yang dilakukan kepala desa, seperti di Desa Bunisari, Kecamatan Warungkondang dan Desa Cimacan, Kecamatan Pacet

Dalam Webinar ‘Aktualisasi Peran Mahasiswa Membangun Desa Melalui Entrepreneur’ yang digelar UKM Social Empowerment Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Kepala bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat, Firman Nurtafiyana menjelaskan, hal itu perlu dilihat secara konprehensif dari berbagai sisi.

“Ketika melihat pengaduan atau ketidakpuasan dari masyarakat, bisa dilakukan berbagai macam tahapan mulai dari proses di tingkat inspektorat daerah,” katanya, Senin (12/04/2021).

Selain itu menurutnya, sistem perencanaan keuangan di tingkat desa sama dengan sistem di lembaga tingkat lainnya. Padahal, Sumber Daya Manusia (SDM) di desa masih belum memadai keahliannya. Dengan demikian, bisa saja hal tersebut menjadi potensi korupsi di tingkat desa.

“Di desa mungkin SDM pendidikannya belum seperti lembaga lain dan sertifikasi tidak punya, sehingga memang seluruh pihak harus sepakat bahwa pemberdayaan dulu yang harus dilakukan,” tuturnya.

Saat ini sebanyak 3.195 orang kepala desa di Jawa Barat masih didominasi oleh lulusan SMA, lulusan S1 sebanyak 1.459 orang dan lulusan D3 sebanyak 183 orang.

“Kalau memang ujung-ujungnya bandel, apa boleh buat harus ditindak, karena ada faktor yang harus dibenahi mungkin pengawasannya kurang atau segala macam” ungkapnya

Selain itu hal yang harus lebih diperhatikan dari Kabupaten Cianjur peringkat Indeks Desa Membangun (IDM) Kabupaten Cianjur di Jawa Barat saat ini terjun bebas dari peringkat 12 ke 15 dan masuk dalam kabupaten berkembang.

” IDM Kabupaten Cianjur saat ini rendah. Kesuluruhan IDM Jawa Barat pada tahun 2020 masuk ke dalam peringkat 5 setelah tahun sebelumnya berada di peringkat 6,” paparnya.(cr1)