Antusias Warga Tadarus Al-Qur’an Masih Cukup Tinggi

Tadarus: antusias warga di bulan Ramadan dengan melaksanakan tadarus. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Meski masih di masa pandemi Covid-19, antusias umat muslim untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan positif di bulan Ramadan saat ini terbilang cukup banyak.

Salah satunya yakni dengan melakukan Tadarus Al-Qur’an, baik di masjid, di rumah ataupun tempat yang sekiranya baik untuk membacanya.

Tadarus Al-Quran mungkin sudah menjadi rutinitas masyarakat selama puasa Ramadhan di siang ataupun malam hari. Masing-masing jamaah membaca Al-Qur’an untuk meramaikan masjid di setiap waktu setelah shalat fardhu hingga menjelang waktu shalat berikutnya.

Ahmad Saepudin (42). Pria yang hampir menyentuh usia setengah abad itu mengaku, bahwa di setiap selesai shalat fardhu, dirinya menyempatkan untuk membaca Al-Qur’an beberapa ayat. Bahkan jika waktunya sangat luang, Asep bisa membaca Al-Qur’an hingga lebih dari satu Juzz.

“Alhamdulillah kang, saya sempatkan waktu untuk tadarus. Apalagi di bulan Ramadhan seperti ini. Kan seperti yang diketahui, bahwa pahala setiap melakukan kebaikan di bulan puasa ini, bisa dilipat gandakan,” tuturnya usai melaksanakan tadarus.

Menurut Asep, memang untuk melakukan tadarus ini tidaklah mudah. Artinya sering sekali godaan saat akan membaca Al-Qur’an. “Jangankan satu Juzz, kadangkala untuk membaca beberapa ayat saja, malesnya minta ampun,” imbuhnya.

Dikatakan Asep, bagi dirinya membaca Al-Qur’an ini sudah cukup terbiasa. Pasalnya, pada saat kecil, dirinya selalu dituntut untuk membiasakan belajar Al-Qur’an.

“Dulu saya pernah pesantren beberapa tahun. Dan secara otomatis saya dituntut untuk bisa lancar membaca Al-Qur’an. Bahkan setiap Ramadan tiba, diharuskan khatam Al-Qur’an,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia berharap, dengan datangnya bulan suci Ramadhan ini, selain dirinya, ia ingin setiap muslim bisa sama-sama melantunkan dan meramaikan masjid dengan sejumlah kegiatan seperti tadarus ini. Karena pahala di Ramadan ini sudah jelas akan berlipat ganda.

“Mudah-mudahan saja kang, saya dan sahabat muslim yang lain bisa sama-sama Istikomah dalam kebaikan. Terlebih bisa mencintai dan mengonsistenkan untuk membaca Al-Qur’an, Aamiin,” ujar Asep.

Senada yang dikatakan Miftah (35), bahwa dirinya ingin belajar terus membaca Al-Qur’an. Walaupun ketika kecil, menurutnya, membaca Al-Qur’an telah digelutinya.

“Alhamdulillah sih kang, walaupun saya belum menjadi orang yang benar-benar taat, tetapi setidaknya untuk membaca Al-Qur’an di Ramadan itu saya akan sempatkan, walaupun hanya beberapa ayat saja,” ungkapnya. (dan)