Berikan Suguhan Buka Puasa Jadi Tradisi Warga Pacet di Bulan Ramadan

RAMAI: Sebagian tradisi saat bulan Ramadan di wilayah Pacer dengan memberikan suguhan. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Tradisi saling berbagi makanan saat Ramadan, biasa dilakukan warga di hampir seluruh masjid yang ada di wilayah Cianjur termasuk Pacet Cipanas.

Warga muslim bergiliran memberikan suguhan menjelang berbuka puasa bagi para jamaah maupun warga yang hendak ke masjid saat waktu magrib tiba.

Hal itulah yang sering dilakukan pada bulan suci Ramadan seperti saat ini. Meski masih dilanda pandemi Covid-19, warga tetap antusias berlomba-lomba melakukan kebaikan, salah satunya dengan cara tersebut.

Di Pacet, Didin (56) mengaku, bahwa setiap Ramadan, dirinya dan warga lain bergiliran memberikan menu takjil ke pihak masjid. Bahkan ia mengungkapkan, mengisi bingkisannya itu dengan berbagai makanan kemasan dan makanan buatannya sendiri, atau sengaja membeli.

“Ada gorengan, kurma, atau kolak. Apa saja yang penting kita ikhlas memberikannya, dan bisa diterima oleh warga yang hendak berbuka puasa,” ujarnya.

Pria yang berprofesi jasa percetakan itu mengaku, bahwa dalam memberikan suguhan menu takjil ke masjid itu tidak setiap hari. Akan tetapi, sesuai jadwal yang telah disepakati bersama.

“Kalau saya, paling seminggu tiga. Sesuai jadwal saja. Kadangkala kalau ada rezeki lebih, iya..kita ngasih suguhan lagi aja. Niatkan karena Alloh,” kata dia.

Menurutnya, hal tersebut sangatlah positif untuk dilakukan di wilayah lain. Karena sebagaimana diketahui bahwa setiap kegiatan yang dibuat dengan niat ikhlas, apalagi di bulan Ramadan, akan diberikan pahala yang berlipat ganda.

“Sebetulnya jadi kesempatan kita untuk mengumpulkan pahala di bulan suci ini. Walaupun hanya sekedar memberikan makanan untuk orang yang sedang berbuka puasa,” paparnya.

Ditemui terpisah, Ujang (55) salah seorang pengurus masjid mengatakan, setiap harinya masjid Al-Falah sendiri tidak pernah kekurangan makanan menu berbuka.

Apalagi saat Ramadan seperti ini. Baik warga sekitar maupun di luar Pacet, ada yang membantu memberikan suguhan untuk berbuka.

“Alhamdulillah kang, setiap harinya selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan berbuka jamaah. Makanan pun Alhamdulillah bervariasi. Semuanya berkah,” kata Ujang saat dihubungi Kamis (15/4).

Ia menyebut, jamaah yang berbuka puasa di masjid ini hanya mencapai rata-rata 20-30 orang per Magrib. Jumlah tersebut juga sudah termasuk para santri di sini yang ikut berbuka.

“Rata-rata warga yang ingin sekaligus sholat magrib berjamaah di masjid. Jadi mereka sekalian diberikan takjil gratis. Mudah-mudahan semua yang dilakukan oleh kita ini bisa bernilai pahala yang berlipat ganda di hadapan Allah SWT,” pungkasnya. (dan)