Duh… Oknum Kades Terciduk Pakai Sabu dengan Keponakan

HANYA BISA PASRAH: SM oknum kades di Kecamatan Cikalongkulon dan AS harus menerima resiko dari tindakannya dalam penyalahgunaan narkoba. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Kades seharusnya memberikan contoh baik bagi masyarakat. Namun apa jadinya jika kepala desa melakukan perbuatan yang tidak baik bahkan dilarang agama, tentunya mencoreng nama pemerintahan desa yang seharusnya menjadi panutan masyarakat. Salah satu oknum kades di Kecamatan Cikalongkulon berhasil diciduk Sat Narkoba Polres Cianjur beberapa waktu lalu dikarenakan terbukti menggunakan narkoba berjenis sabu-sabu.

Oknum kades yang berinisial SM tesebut mengaku baru dua kali menggunakan narkotika golongan satu tersebut bersama dengan keponakanannya AS di kediaman keponakannya. Dari informasi yang terhimpun, SM menyuruh AS untuk membeli barang terlarang tersebut kepada salah satu kurir berinisial AT.

Namun belum sempat menikmati barang tersebut, AT sebagai kurir sudah terciduk aparat kepolisian saat akan memberikan barang kepada AS. Tak berselang lama, pihak kepolisian pun memancing AS untuk bertemu AT. Akhirnya keduanya berhasil diamankan dengan barang bukti berupa satu paket kecil.

“Kita menangkap AT tengah mengambil barang satu paket kecil, lalu kita amankan dan tanya barang tersebut untuk siapa. Ternyata barang tersebut akan diberikan kepada AS yang merupakan keponakan oknum kades,” ujar Kasat Narkoba Polres Cianjur, AKP Ali Jupri.

SM oknum kades mengaku, dirinya membeli barang bukan hasi uang atau dana desa. Melainkan hasil berpatungan dengan keponakannya. Dirinya memberikan uang sebesar Rp200 ribu dan keponakannya Rp100 ribu. Sehingga satu paket kecil yang akan dinikmati berdua tersebut seharga Rp300 ribu dan sudah dua kali menikmati barang haram tersebut.

“Saya patungan sama keponakan saya AS. Baru dua kali, di rumah keponakan. Bukan di balai desa,” jelasnya.

Tersangka mengaku hanya mencoba-coba memakai sabu-sabu tersebut agar bisa berkonsentrasi bekerja dan badan tetap fit terjaga selama beraktifitas.

“Coba-coba menggunakan sabu supaya konsen kerja. Dari uang pribadi, bukan dari dana desa,” tutupnya. (kim)