Masyarakat Sukaluyu Keluhkan BPNT Buah Busuk

Masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kecamatan Sukaluyu mengeluhkan Penyaluran BPNT yang dinilai kurang baik.

RADARCIANJUR.com – Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Sukaluyu mengeluhkan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Hal tersebut terjadi akibat adanya komoditas jenis sembako yang dihilangkan dan adanya komoditas jenis buah tidak layak akan tetapi masih diberikan kepada masyarakat penerima.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pergantian buah yang sebelumnya apel menjadi pir dengan kondisi buah saat diterima KPM tidak layak dikonsumsi karena busuk, serta dihilangkannya komoditas telur.

Pendamping BPNT Kecamatan Sukaluyu, M Suwandi mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi adanya KPM yang mengeluhkan penyaluran BPNT di Desa Tanjungsari.

“Saya sudah menegur agen e-warung, dan meminta agar bertanggung jawab untuk menggantinya,”katanya kamis (15/4/2021).

Suwandi menjelaskan, e-warung sudah sering diingatkan agar tidak teledor dalam menyalurkan sejumlah sembako BPNT kepada KPM.

“Saya sudah sering ingatkan baik agen e-warung agar selalu menyortir setiap barang yang akan diberikan ke KPM, bila tidak layak bisa dilakukan retur atau dikembalikan ke Suplaier”ujarnya

Komoditas yang diterima KPM BPNT di Desa Tanjungsari, yakni berupa beras 10 kg, kentang seberat 800 gram, kacang ijo 300 gram, daging sapi 250 gram dan buah pir sebanyak 3 butir dengan berat 700 gram. Lain halnya dengan KPM Desa Selajambe Kecamatan Sukaluyu, hingga saat ini belum menerima komoditi berupa jenis daging

Koharudin (45) warga Desa Tanjungsari, mengatakan, bantuan BPNT jenis komoditas yang diterimanya tidak menyertakan telur ayam, bahkan yang biasanya buah apel kini diganti dengan buah pir.

“Telur ayam tidak ada, entah itu dihilangkan atau gimana,? Saya tidak tahu. Namun, buah pir terpaksa saya buang karena busuk dan tidak layak di konsumsi,”ucapnya.

Hal yang sama juga dirasakan EM (57) warga Desa Selajambe, dia menuturkan, bahwa komoditas yang diterimanya tidak bermasalah, namun komoditas daging tidak ada.

“Katanya kalau daging disusulkan, karena barangnya tidak ada. Namun, sampai saat ini belum ada kabar kembali daging akan disalurkan,”katanya.

Sementara, Camat Sukaluyu, Dadan Miharja menuturkan, pihak tikor akan secepatnya melakukan pemanggilan ke Agen dan Suplaier.

“Kami akan panggil semua agen dan Suplaier yang ada di Kecamatan Sukaluyu, supaya memperbaiki kinerja dan bisa dipertanggungjawabkan. Padahal kami sudah sering mengingatkan supaya penyaluran harus teliti dan benar,”pungkasnya.(cr1)