Ini Penjelasan Lengkap Soal Penyakit Hemofilia yang Belum Bisa Disembuhkan

Foto ilustrasi : ist/net

RADARCIANJUR.com– Hemofilia. Mungkin masih asing di sebagian masyarakat. Hemofilia merupakan salah satu nama penyakit darah. Pada hari Minggu (18/4) merupakan peringatan Hari Hemofilia sedunia.

Meski tidak banyak diketahui, namun Hemofilia patut diwaspadai. Lebih jelasnya, Hemofilia merupakan gangguan pembekuan darah akibat kekurangan faktor VII dan IX.

“Penderita hemofilia akan mengalami perdarahan yang berlangsung lebih lama, kondisi ini adalah penyakit keturunan yang lebih sering terjadi pada pria,” Pakar medis Cianjur, dr Yusuf Nugraha.

Yusuf menjelaskan, Hemofilia disebabkan oleh mutasi genetik. Mutasi genetik yang terjadi pada hemofilia menyebabkan darah kekurangan protein pembentuk faktor pembekuan. Kekurangan faktor pembekuan ini akan menyebabkan darah sukar membeku.

Sayangnya, ternyata hemofilia sampai saat ini belum bisa disembuhkan. Namun, lanjutnya, penderita Hemofilia masih bisa hidup normal.

“Penderita hemofilia dapat hidup secara normal dengan mencegah terjadinya luka dan melakukan kontrol rutin ke dokter,” tuturnya.

Tingkat keparahan perdarahan, Yusuf mengungkapkan, tergantung pada jumlah faktor pembekuan dalam darah. Semakin sedikit jumlah faktor pembekuan darah, perdarahan akan semakin sulit untuk berhenti.

“Hemofilia ringan, jumlah faktor pembekuan dalam darah berkisar antara 5 sampai 50 persen. Penderita hemoflia ini mungkin tidak menunjukan gejala apa pun,” terangnya.

Pada hemofilia ringan, perdarahan akan sulit berhenti jika luka yang dialami cukup parah atau setelah menjalani prosedur medis, seperti operasi dan cabut gigi.

“Pada hemofilia sedang, jumlah faktor pembekuan berkisar antara 1 sampai 5 persen. Pada kondisi ini perdarahan yang disebabkan oleh luka kecil akan sulit berhenti,” tambahnya.

Selain itu, penderitanya akan lebih mudah mengalami memar. Terakhir, hemofilia berat dengan jumlah faktor pembekuan kurang dari satu persen.

“Penderita hemofilia berat, biasanya sering mengalami perdarahan spontan tanpa sebab yang jelas, seperti gusi berdarah, mimisan, atau perdarahan dan pembengkakan pada sendi dan otot,” jelasnya.

Yusuf berharap, masyarakat bisa meningkatkan kepedulian terhaadap sesama. Terlebih penderita hemofilia yang masih belum memiliki komunitas di Cianjur.

“Harapan nya adalah kita semua dapat meningkatkan lagi kepedulian terhadap sesama khususnya para penderita hemofilia sehingga semangat dan harapan mereka para penderita hemofilia dapat terus terjaga dan kedepannya dapat membuat komunitas peduli hemofilia di Cianjur,” tutupnya. (kim)