LSM CAI Prihatin Soal BPNT Bermasalah di Sukaluyu

Masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kecamatan Sukaluyu mengeluhkan Penyaluran BPNT yang dinilai kurang baik.

RADARCIANJUR.com – Masyarakat Kabupaten Cianjur dikejutkan dengan ramainya pemberitaan sejumlah masyarakat di Kecamatan Sukaluyu dengan ramai beredarnya Bantuan pangan non tunai (BPNT) tidak layak konsumsi yang dibagikan kepada masyarakat Keluarga Penerima Manfaat

Di Kecamatan Sukaluyu Kelurga Penerima Manfaat (KPM) dan Agen E-Warung di duga menerima buah Pir busuk sehingga tidak layak untuk dikonsumsi serta sejumlah komoditi diberikan tidak sesuai.

Hal tersebut dialami oleh sejumlah masyarakat Desa Tanjungsari dengan menerima komoditi buah pir yang busuk sehingga tidak layak untuk di konsumsi serta masyarakat Desa Selajambe yang menerima komoditi yang tak sesuai.

Hal tersebut tentunya menjadi perhatian dari beberapa kalangan tak terkecuali komunitas masyarakat yang turut menyesalkan kejadian tersebut.

Ditemui Radar Cianjur, Farid Sandi Anggota Pusat Kajian dan Advokasi Masyarakat dari komunitas masyarakat Cianjur Aktivis Independen (CAI) turut menyesalkan hal tersebut.

“Dengar di berita ramai-ramai ada kejadian BPNT yang di bagikan ke masyarakat di Kecamatan Sukaluyu dengan keadaan busuk tidak layak konsumsi,”katanya kepada Radar Cianjur.

Farid menambahkan, Prinsif dalam Bantuan Sembako untuk Masyarakat yang berada di Kecamatan Sukaluyu yang kini menjadi temuan, hal tersebut akibat dari kelalaian berbagai pihak.

“Kami sangat prihatin dan mengecam keras oknum suplier yang memberikan Sembako tersebut. Pasalnya KPM kan membeli sembako seharusnya seuai dengan nilai uang yg ada di kartu Kombo yang di berikan,”ungkapnya.

Selain itu pihaknya, mengaku kecewa dan mengecam keras. Berharap di sukaluyu bisa mandiri dan menggunakan Potensi Lokal yang ada.

“Jangan sampai BPNT ini terus saja menjadi Permainan Monopoli Bisnis untuk segilintir orang atau pengusaha yang meraup keuntungan yang besar dari masyarakat miskin,” bebernya.

Menurutnya, Tikor kabupaten seharusnya bisa mengevaluasi kinerja TKSK yang ada di kecamatan sukaluyu. Agar ekonomi berjalan di masing-masing desa dan Kecamatan.

“Yah, harus adalah pengawasan juga dari pemerintah melalui TKSK yang ada di kecamatan agar tak terjadi hal demikian,” tandasnya.(cr1)