Selama Ramadan, Stok Darah di PMI Cianjur Menipis

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Di bulan Ramadan, sejumlah pendonor darah di Kabupaten Cianjur berkurang. Hal tersebut mempengaruhi stok darah yang ada di Palang Merah Indonesia Kabupaten Cianjur. Sehingga, masyarakat yang membutuhkan darah, harus bersabar. Kebutuhan darah di Kabupaten Cianjur di atas 1.500-1.800 labu. Namun saat ini saja, masih di bawah 1.000 labu.

Berbagai upaya pun diusahakan agar stok darah mencukupi di Kabupaten Cianjur. Seperti mengadakan donor darah pada malam hari setelah berbuka puasa. Karena jika pada siang hari, rata-rata pendonor enggan dikhawatirkan lemas.

Kepala PMI Kabupaten Cianjur, Rudi Syachdiar Hidayat mengatakan, selama Ramadan tingkat pendonor sangat berkurang karena berbagai faktor. Salah satunya dikhawatirkan lemas karena tengah berpuasa.

“Kalau batal tidak batal, menurut ulama itu tidak membatalkan puasa sama seperti divaksin. Tetapi, kemungkinan lemas setelah donor karena tidak terbiasa,” ujarnya.

Lanjutnya, pendonor pun diarahkan untuk melakukan donor darah pada malam hari agar memiliki asupan vitami yang baik dan tercukupi. Selain itu, pendonor pun tidak akan kehilangan tenaga atau lemas pasca donor darah.

“Kita berharap pada pendonor sukarela yang suka tepat waktu diharap untuk datang ke UDD, kami juga mungkin akan menambah jam petugas sampai jam 22.00 WIB,” terangnya.

Stok darah yang paling banyak saat ini adalah golongan O. Sementara yang paling dibutuhkan adalah darah golongan A. Rudi pun mengajak masyarakat untuk mau mendonorkan darahnya.

“Mari kita sama-sama sambil puasa kita mendonorkan darahnya, dengan niat ibadah berbagi kepada pasien atau yang membutuhkan darah,” tutupnya. (kim)