Mudik Dilarang, Agen Bus Antar Provinsi Pasrah

Foto : Bayu Nurmuslim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR-com- Pemerintah melarang perjalanan mudik Lebaran 2021 pada 6-17 Mei mendatang. Larangan mudik tahun 2021 tersebut untuk meminimalisir angka penularan Covid 19.

Hal tersebut berdampak kepada angkutan umum di semua daerah yang beroperasi untuk mengangkut penumpang, terutamanya jenis bus antar kota ataupun antar provinsi.

Ditemui Radar Cianjur, salah satu karyawan Agen Bus Rajawali antar Provinsi Wawan (50) mengungkapkan, keresahannya ditengah larangan masyarakat yang mudik.

“Yah bingung juga, kalau trayek kami di larang beroperasi. Kami agen dan supir bagaimana kami dapat uang untuk memenuhi kebutuhan dapur,”katanya kepada Radar Cianjur, Selasa (20/04/2021).

Namun Wawan mengaku, pasrah dengan peraturan yang telah dibuat pemerintah untuk mencegah masyarakat mudik.

“Yah cuma mau gimana lagi. Saya sekarang ikuti saja Pemerintah, mungkin demi kebaikan bersama,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala bidang (Kabid) Dinas perhubungan Kabupaten Cianjur Hendra Wira mengatakan, seusai aturan Permen nomor 13 tahun 2021 dari Kementerian Perhubungan mudik dilarang dari tanggal 6 sd 17 Mei 2021.

“Semua moda transportasi umum dilarang beroperasi kecuali daerah aglomerasi seperti Jabodetabek, Bandung raya, dan di 6 daerah lainnya di Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu menurutnya,angkutan antar provinsi (AKAP) dapat dipastikan dari hulunya tidak beroperasi.

“Kebetulan Kabupaten Cianjur merupakan daerah perlintasan jadi kita tinggal mendukung kebijakan pemerintah pusat saja, sehingga tidak begitu berat,”tandasnya.(cr1)