Omset Pedagang Kurma Semakin Anjlok

Salah seorang pedagang kurma. Foto: Dokumentasi

RADARCIANJUR.com – Sejumlah pedagang kurma musiman di bulan suci Ramadan tahun ini begitu terpuruk. Omset yang biasa didapat para pedagang, kini turun drastis hingga 70 persen, dibandingkan dengan omset di Ramadan tahun kemarin.

“Bulan Ramadhan kali ini begitu terpuruk, tingkat penjualan kurma menurun dibandingkan dengan tahun kemarin, sekarang dalam satu harinya hanya dapat melayani beberapa orang,” kata Sumardi (34) seorang pedagang kurma di pasar Cipanas.

Menurunnya, beberapa sebab omset penjualan kurma menurun saat bulan Ramadhan ini salah satunya seperti terjadinya kenaikan harga, banyaknya pedagang yang menjual jajanan modern, dan ditambah, kini masih di masa pandemi Covid-19.

“Kurma impor yang dibeli dari Bandung saat ini harganya mencapai Rp 60 ribu hingga Rp 75 ribu perkilogrmanya. Harga tersebut naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakini sebesar Rp 50 perkilogram,” ungkapnya.

Ia mengatakan, harga jual kurma tersebut mengalami kenaikan disebabkan oleh harga dari distributornya yang mengalami kenaikan sebesar 10 persen atau sekitar Rp 25 ribu. Dengan berat bersih perdus sebanyak sepuluh kilogram.

“Kalau dari distributornya kurma tersebut dijual Rp 300 ribu hingga Rp 350 perdus. Padahal asalnya itu hanya Rp 250 hingga Rp 280 perkilogramnya,” kata dia.

Bulan Ramadan tahun ini dalam satu harinya, ia mengungkapkan, hanya mampu mendapatkankan keuntungan sebesar Rp 100 ribu, sedangkan tahun sebelumnya dapat mencapai Rp 350 ribu hingga Rp 400 ribu perhari.

“Memang tahun ini sangat berdampak sekali kang. Gak tau karena mungkin banyak tempat makan yang baru-baru juga mungkin,” ujarnya.

Ia berharap tingkat penjulan kurma tersebut dapat segera meningkat, terlebih bulan ramadhan baru mendekati setengah jalan, mereka memperkirakan penjualannya akan meningkat pada H-5 lebaran. (dan)