Tempat Isolasi BBPK Ciloto Akan Ditutup

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal

RADARCIANJUR.com- Kasus Covid-19 di Kabupaten Cianjur saat ini melonjak sebesar 20 persen. Hal tersebut dikarenakan adanya libur panjang beberapa waktu yang lalu, tapi peningkatan tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap tren kasus atau zona yang saat ini hampir hijau di Kabupaten Cianjur. Selain itu, di beberapa tempat isolasi pasien Covid-19 pun mulai berkurang.

Seperti halnya tempat isolasi pasien Covid-19 BBPK Ciloto. Berdasarkan laporan yang diterima Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, saat ini tempat isolasi tersebut sudah menurun jumlah pasien yang menjalani isolasi.

Jubir Satgas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, jika terus menurun, maka kemungkinan tempat isolasi tersebut akan ditutup dan tidak kembali beroperasi.

“Dari hasil evaluasi kemarin bahwa sudah mulai lagi ada pengurangan atau penurunan kasus dan kemungkinan kedepannya kita lihat sampai tiga periode dulu,” ujarnya.

Jika dalam tiga periode atau tiga minggu kedepan berturut-turut kasus Covid-19 di Cianjur menurun, maka bisa dipastikan tempat isolasi BBPK Ciloto ditutup. Pihaknya pun akan memprioritaskan tempat isolasi yang ada di kecamatan-kecamatan.

“Kita lebih memprioritaskan lebih ke membuka isolasi yang dikembangkan di kecamatan. Setelah libur kemarin kenaikan ditotal hampir 10 persen sampai 20 persenan,” terangnya.

Isolasi di kecamatan diproritaskan karena beberapa kecamatan masih memiliki Rt atau Rw dengan status zona orange. Zona orange di Rt atau Rw tersebut berada di empat kecamatan yakni Kecamatan Sukaluyu, Pasirkuda, Cugenang dan Takokak.

“Itu ada empat RT yang zonasinya oranye. Itu ada di Kecamatan Sukaluyu, Pasikuda, Cugenang, dan Takokak. Jadi total zonasinya yang hijau ada 98,5 persen kuning 1,46 persen dan orange 0,04 persen,” tutupnya. (kim)