Buntuk Kasus Kades dan Ulama, Kantor Desa Sindangraja Dipenuhi Coretan

Foto : Bayu Nurmuslim/ Radar Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Pasca terjadinya pengepungan kantor desa yang dilakukan masyarakat Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu kini terlihat sepi namun pelayanan tetap dilakukan, hal tersebut terjadi akibat buntut dari keinginan warga untuk meminta kejelasan ucapan kades yang mengancam terhadap salah satu ulama di desa tersebut.

Pekan lalu, massa yang membludak mengancam akan menyegel kantor desa apabila keinginan untuk bertemu kepala desa tidak dipenuhi.

Pantauan Radar Cianjur, Kondisi Kantor Desa Sindangraja masih terlihatnya aktivitas sejumlah staff untuk melakukan pelayanan masyarakat. Namun terlihat di beberapa sudut tembok ruangan seperti kantor BuMdes, serta GOR Desa nampak coretan tulisan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

Dalam pantauan di lapangan, Radar Cianjur mencoba menemui kepala desa. Namun keberadaannya tidak diketahui sehingga mencoba untuk menelpon salah satu anaknya untuk di mintai konfirmasi akan tetapi sang anak tidak mau untuk dimintai keterangan.

Selanjutnya, Radar Cianjur, mencoba menemui salah satu perangkat desa, Dudun yang menjabat sebagai Sekretaris Desa Sindangraja untuk dimintai keterangan.

Sekretaris Desa Dudun mengatakan, pelayanan tetap dilaksanakan walaupun ada spanduk berupa tulisan penyegelan yang di pasang oleh warga.

“Tetap pelayanan kita lakukan. Karena bagaimanapun masyarakat pasti membutuhkan. Kita sebagai perangkat desa harus profesional walaupun kepala desa kami sedang ada masalah,” ungkapnya.

Namun menurut Dudun, pelayanan yang bersifat perlu adanya tandatangan dari kepala akan sementara di tangguhkan.

“Nanti kalau yang harus ada tanda tangan kepala desa sementara ditangguhkan dulu, sampai kepala Desa kembali berkantor 2 hari kedepan,”tuturnya.

Terpisah, Camat Sukaluyu Dadan Miharja mengatakan, permasalahan yang menyangkut pribadi antara Kepala Desa dengan salah satu ulama desa setempat telah menemukan titik temu.

“Masalahnya sudah beres, sudah ada kesepakatan damai antara kepala desa dengan ulama tersebut malam tadi,” kata camat.

Menurut Dadan, kesepakatan damai telah dilaksanakan pada malam hari di Mapolsek bersama Kapolsek Sukaluyu.

“Malam hari diadakan kesepakatan damai di Mapolsek bersama Kapolsek dan kedua belah pihak. Kepala desa sudah menyampaikan permintaan maaf kepada ulama tersebut,”ungkapnya.

Sementara itu, Anggota bidang tata Pemerintahan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur, Ayi mengatakan, permasalahan yang dialami oleh Kepala Desa Sindangraja adalah masalah yang sifatnya personal dan dapat diselesaikan dengan cara mediasi.

“Masalah Kepala Desa Sindangraja itu kaitannya personal, kami hanya bisa melakukan tindakan apabila persoalannya administratif. Dan berdasarkan pantauan kami tidak ditemukan hal demikian,” ucap Ayi

Ayi menjelaskan, hanya memantau dan menunggu perkembangan permasalahan tersebut dan telah menyerahkan kepada pihak kecamatan.

“Jadi bukan ke arah administrasatif sehingga di selesaikan di bawah dahulu, kalau memang masih tidak selesai pihak kami akan turun tangan,” tandasnya.(cr1)