Marak Akun Facebook Ditandai Link Porno, Awas Phising di Medsos Berkeliaran

Facebook

RADARCIANJUR.com- Belakangan ini tengah ramai akun di media sosial Facebook yang ditandai situs atau link porno oleh akun yang tidak dikenal. Bahkan bukan hanya satu kasus saja, beberapa kasus sudah banyak terjadi. Diduga, kejadian tersebut merupakan modus phising.

Di kalangan masyarakat, phising masih asing. Menurut Pakar Teknologi Informasi Universitas Putra Indonesia (Unpi) Cianjur, Astri D Andriani, phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan. Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi seperti nama, usia dan alamat seta data akun (username dan password). Bahkan, data finansial (informasi kartu kredit, rekening).

“Istilah resmi phising adalah phishing yang berasal dari kata fishing yaitu memancing.

Kegiatan phising memang bertujuan memancing orang untuk memberikan informasi pribadi secara sukarela tanpa disadari. Padahal informasi yang dibagikan tersebut akan digunakan untuk tujuan kejahatan.,” ujarnya.

Dirinya pun mencurigai tag link video asusila di Facebook tersebut arahnya ke phising agar orang-orang secara ramai-ramai meng klik tautan tersebut, yang akhirnya data pribadi korban dimanfaatkan pelaku.

Informasi data phising yang diperoleh bisa langsung dimanfaatkan untuk menipu korban atau yan gpaling parah dapat dijual ke pihak lain untuk melakukan tindakan tidak bertanggungjawab seperti penyalahgunaan akun.

“Aksi cyber crime ini memang berbahaya. Menurut sebuah laporan, 32% pencurian data selalu melibatkan kegiatan phising. Bahkan, di awal tahun 2020 saja, Anti Phishing Working Group mencatat sudah ada 165.772 website phising yang siap menjaring korban,” paparnya.

Lanjutnya, banyaknya masyarakat yang terjebak phising karena lebih kepada kurangnya literasi media digital yang rendah. Bahwa akun yang dipilih bisa mencuri data-data pribadi. Selain itu, masyarakat belum bisa membedakan website atau laman digital yang resmi.

Dirinya pun memberikan antisipasi saat menjadi korban dari phising seperti cermati alamat situs atau nomor yang satu kontak. Jia perusahaan-perusahaan besar pasti menggukana alamat situs asli yakni .com, .co.id, .ac.id, .gov. Selanjutnya, SMS atau WA nama perusahaan misalnya BCA FINANCE. KEMENPORA. BPJS Kesehatan (SMS blast, red) atau contoh setelah divaksin kemarin mengunduh sertifikat menggukan nomor khusus 1199.

“Kalau pakai operator selular tertentu kita harus waspada. Atau pakai .blogspot. wordpress. Atau beda sedikit. Misalnya google jadi gooogle.,” terangnya.

Selanjutnya, masyarakat diminta jangan panik, data pribadi yang didapatkan dari phising ini, salah satunya digunakan pelaku untuk menipu orang. Mulai dari iming-iming hadiah hingga meminta ditransfer karena sedang kesusahan atau sedang ditilang dijalan. Jika hal itu terjadi, hindari kepanikan. Sebaiknya tenang kemudian mencari informasi secara jelas.

Masyarakat pun diminta untuk selalu update info tentang cybercrime dan kemudian membagikannya ke orang-orang terdekat. Mulai dari keluarga kecil, keluarga besar hingga rekan kerja.

“Selalu update Informasi terkait Phising dan cypercrime lainnya, jangan asal klik link yang diterima meskipun kita belum tentu jadi korban. Jangan asal klik email dan website phising dibuat mirip dengan aslinya.Cermati pasti ada yang aneh.Contoh nama domain yang aneh yakni wordpress, blog, .com tapi bukan akun website resmi,” jelasnya.

Hanya lakukan transaksi pada website yang menggunakan SSL saja, yaitu website yang ditandai dengan penggunaan protokol HTTPS.
Selain itu, gunakna browser versi terbaru, karena setiap browser merilis versi terbaru, selalu terkait dengan perbaikan pada celah keamanan dan fitur yang lebih efektif. Untuk memudahkan, cukup mengaktifkan status automatic update di tiap browser yang digunakan. Selanjutnya, jangan pernah memberikan data pribadi ketika mengakses sebuah website. Kecuali, website tersebut memang resmi dan data dibutuhkan untuk menjalankan proses transaksi.

Yang terakhir, cek akun online secara rutin. Karena tak jarang melakukan registrasi ke berbagai platform atau situs dan kemudian tidak pernah menggunakannya lagi. Padahal, semua informasi masih tersimpan di platform tersebut.

Rekomendasi solusinya adalah, lakukan penghapusan akun dan data jika sudah tidak digunakan atau bisa terus melakukan perubahan password secara berkala di akun tersebut jika masih ingin menggunakannya di waktu tertentu. Selain itu, lakukan Scan Malware secara berkala. (kim)