Cegah Perang Sarung, Polsek Cugenang Rutin Giat Operasi Malam

Polsek Cugenang tengah mendatangi sejumlah remaja selepas sholat tarawih dan memberikan sosialisasi agar tidak melakukan aktivitas yang menjurus ke hal yang negatif. Foto : Istimewa

RADARCIANJUR.com– Maraknya aksi perang sarung yang dilakukan sejumlah pemuda di Kecamatan Hawurwangi pekan lalu membuat setiap daerah waspada untuk mengawasi aktivitas remaja pada malam hari.

Hal tersebut, membuat Polsek Cugenang melakukan giat patroli antisipasi aksi perang sarung selepas shalat tarawih, di wilayah Kecamatan Cugenang, selama bulan Ramadhan, Kamis (22/04/2021).

Informasi yang dihimpun Radar Cianjur sasaran titik lokasi antisipasi budaya perang sarung diantaranya Desa Cijedil, Desa Mangunkerta, Desa Gasol, dan Desa Sukamanah.

Kapolsek Cugenang Kompol L. Woro Wuryani mengatakan, telah memberikan himbauan kepada pemuda dan anak- anak yanh sedang berkumpul di pinggir jalan selepas shalat tarawih.

“Himbauan ini dalam rangka penanganan Covid- 19 serta penanganan perang sarung yang akhir-akhir ini marak dilakukan para remaja di Kabupaten Cianjur,”katanya kepada Radar Cianjur melalui sambungan telpon.

Kapolsek Cugenang menambahkan, dalam giat patroli tersebut untuk mencegah budaya perang sarung yang marak terjadi di masyarakat terutama para pemuda selepas shalat tarawih.

“Dilapangan tidak ditemukan pemuda yang melakukan perang sarung. Sehingga sampai saat ini situasi dan kondisi di wilayah hukum Polsek Cugenang dalam keadaan aman dan terkendali,”

Sementara itu salah satu masyarakat Desa Gasol I.M (34) menuturkan, kegiatan tersebut memang harus dilakukan pihak keamanan demi mencegah aktivitas pemuda yang menjurus kearah negatif.

“Dengar-dengar di wilayah lain ada aktivitas tawuran sarung yang dilakukan para remaja. Memang harus ada operasi dari pihak keamanan agar mencegah hal demikian,” tuturnya.

I.M berharap dengan rutinnya dilakukan operasi yang dilakukan kepolisian wilayah Desanya aman dari aktivitas negatif yang dilakukan remaja

“Mudah-mudahan dengan sering dilakukannya operasi tiap malam, gak ada kegiatan remaja yang menjurus ke negatif. Biar gak meresahkan masyarakat juga,”tandasnya. (cr1)