Remaja dari Cianjur dan KBB Perang Sarung di Jembatan Rajamandala

BERSIAP: Puluhan remaja dari Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan melakukan perang sarung di Jembatan Rajamandala. (Foto Istimewa)

RADARCIANJUR.com – Di tengah kegelapan malam di Jalan Raya Rajamandala tepatnya di Jembatan Citarum yang berbatasan antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat, sejumlah remaja rata-rata berusia belasan tahun berjalan kaki menuju arah KBB. Pukul 01.00 WIB tepatnya Jumat (23/4) dini hari merupakan waktu bagi remaja tersebut beristirahat, tapi bagi remaja tersebut waktu tersebut dilakukan untuk melakukan aksi perang sarung.

Bukan hanya itu saja, kendaraan yang melintas turut menjadi aksi dari kenakalan remaja dari dua kabupaten tersebut. Tak heran, beberapa pengendara merasa resah dengan aksi para remaja tersebut. Beberapa kendaraan pun lebih memilih untuk berhenti dibandingkan memaksa melintas di tengah remaja yang melakukan perang sarung.

Setelah menunggu lama, perang sarung baru terjadi sekitar pukul 02.30 WIB yang sebelumnya kedua remaja tersebut menanti rekannya di masing-masing wilayah di ujung jembatan.

Herlan (32) warga Kecamatan Haurwangi mengatakan, sudah sejak dini hari remaja bergerombol dengan membawa sarung menuju arah KBB. Dari arah Cianjur menunggu di ujung jembatan dan sebaliknya pun sama.

“Mereka terlihat sudah berkumpul sejak pukul 01.00 WIB, jumlahnya juga bertahap sedikit demi sedikit bertambah ada sekitar puluhan remaja,” ujarnya.

Pengendara yang melintas mulai tidak sabar karena aksesnya ditutup oleh puluhan remaja pun mulai memberikan klakson untuk memberikan tanda kepada para remaja tersebut agar menepi. Bukannya digubris, justru para remaja tersebut beringas dan meluapkan kekesalannya ke kendaraan yang melintas.

“Itu pengendara yang melintas juga pada kesel, mau lewat malah dijagain. Pas diklaksonin malah nyerang ke pengendara,” terangnya.

Sekitar pukul 03.00 WIB, para remaja tersebut pun membubarkan diri setelah melihat kedatangan pihak kepolisian dari Polsek Bojongpicung yang menerima laporan dari masyarakat.

“Begitu lihat lampu mobil polisi dan sirine, mereka langsung kabur membubarkan diri,” jelasnya.

Aji (40) salah satu pengendara yang hampir menjadi korban dari perang sarung meminta kepada pihak kepolisian untuk bisa menindak tegas para remaja yang mengganggu ketertiban ini.

“Kalau bisa tidak hanya dibubarkan tapi juga tindak tegas. Karena sangat berbahaya, takutnya ada yang tertabrak atau malah menyerang pengendara yang melintas,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Moch Rifai, mengaku sudah menginstruksikan setiap Polsek untuk meningkatkan patroli malam, terlebih saat tengah malam hingga menjelang sahur. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya perang sarung.

“Sudah diinstruksikan untuk mengintensifkan patroli. Ketika ada kerumunan pun langsung dibubarkan. Kalau ada yang perang sarung juga dibubarkan, bahkan ada yang kami amankan dan kami beri pembinaan,” tegasnya. (kim)