IJTI Cianjur Berbagi Takjil dan santuni Anak Yatim

KOMPAK: Seluruh anggota IJTI Korda Cianjur membagikan takjil di Jalan Dr Muwardi, Panembong. (Foto IJTI Korda Cianjur For Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Selain sebagai pewarta, ternyata media memiliki rasa kepedulian terhadap sesama. Selain itu, momen bulan Ramadan ini pun turut dilakukan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Cianjur untuk beramal dengan membagikan takjil di Jalan Dr Muwardi, Panembong pada Sabtu (24/4) sore.

Bahkan sebelumnya, turut dilakukan santunan terhadap sejumlah anak yatim dan membagikan paket ke sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur.

Ketua IJTI Korda Cianjur, Rendra Gozali megatakan, selain bentuk kepedulian, rangkaian kegiatan ini juga merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan pihaknya.

“Kegiatan yang sama sudah kami lakukan di tahun-tahun sebelumnya. Ini tahun ketiga dan semoga bisa terus kami lakukan di tahun-tahun mendatang,” ujar Rendra, Sabtu (24/4/2021).

Untuk paket sembako berisi beras dua liter, minyak goreng, mi instan dan makanan instan lainnya. Sedangkan untuk santunan kepada anak yatim diberikan kepada 100 anak dan jompo, masing-masing Rp50 ribu.

Sedangkan untuk takjil, pihaknya menyiapkan sebanyak 300 bungkus yang habis dalam waktu tak lebih dari 15 menit.

“Sumber dana kegiatan ini selain dari patungan anggota IJTI Korda Cianjur dan kas organisasi, juga didukung sejumlah pihak yang ikut berpartisipasi,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan berajuk “Ramadan Berbagi” ini diselenggarakan tidak dalam waktu satu hari saja. Melainkan dimulai sejak Selasa (20/4) sampai dengan Sabtu (24/4).

“Kalau untuk sembako kami berikan langsung door to door. Dari tiap anggota sudah lebih dulu melakukan survei agar bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” jelas Rendra.

Lebih jauh, jurnalis SCTV ini menambahkan, rangkain kegiatan ini bukan saja rutin dilakukan di bulan Ramadan, tapi juga sekaligus mengajak semua pihak untuk menebalkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.

“Itu sebabnya kegiatan kami mendapat dukungan dari sejumlah pihak dan donatur yang tidak mengikat. Jadi, kita bersama-sama menyisihkan rejeki untuk dibagikan bersama-sama pula,” terang Rendra.

Terlebih, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini dimana banyak masyarakat terdampak.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, karena pada dasarnya bahwa semakin banyak yang peduli, maka semakin banyak pula masyarakat tertolong. Jadi, bisa kita mulai dari lingkungan kita sendiri,” tutupnya. (kim)