Ramadan dan Masa Pandemi, WNA Timur Tengah di Cipanas Menghilang

SEPI: Situasi di depan Kota Bunga di wilayah Sukanagalih Pacet nampak sepi. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Aktivitas Warga Negara Asing (WNA) asal Timur Tengah (Timteng) di kawasan Cipanas saat bulan Ramadan di masa pandemi Covid-19 saat ini semakin tak terlihat.

Kondisi tersebut, jelas berdampak pada perekonomian warga dan sejumlah perusahaan yang berada di sekitarnya.

Kepala Desa Sukanagalih Dudung menuturkan, saat bulan Ramadan di masa pandemi Covid-19 hingga saat ini wisatawan jelas semakin turun drastis. Pasalnya mereka sudah terlebih dulu pulang ke negeri asalnya sebelum Ramadan, dan Pandemi sejak tahun kemarin. Sehingga saat ini kawasan Pacet Cipanas cukup sepi dari wisatawan Timteng.

“Ya, kalau bulan puasa sebelum pandemi waktu itu mereka (wisatawan Timteng) masih ada di wilayah Pacet Cipanas ini. Tapi sekarang, setelah Idul Fitri pun diprediksi akan tetep sepi, karena masih Corona,” ujarnya.

Diakui Dudung, selama bulan puasa ini pihaknya terus memantau kawasan Sukanagalih agar terbebas dari aksi maksiat dan kerumunan di masa pandemi ini. Sehingga masyarakat bisa beribadah dengan khusuk, aman, tertib, dan tetap kondusif.

“Alhamdulillah setelah beberapa kali adanya pemantauan atau operasi yustisi, masyarakat mulai terbiasa dengan adaptasi kebiasaan baru. Terlebih hampir tak ada lagi angka pengguna prostitusi khususnya di bulan suci ini,” kata dia.

Sementara itu salah seorang Supervisor Money Chager Ahmad Ilham menjelaskan, bisnis money changer saat ini sudah beberapa tahun ini pun sangat terpuruk. Kondisi ini karena jelas-jelas imbas pandemi Covid hingga saat ini. Sehingga WNA asal Timteng sudah pulang ke negeri asalnya dari waktu itu.

“Biasanya dalam kondisi normal, dalam sehari kami bisa menerima sekitar 5.000-7.000 dollar dalam sehari, akan tetapi sekarang hanya beberapa dollar selama sehari juga sudah bersyukur,” ujarnya.

Menurutnya, prediksi setelah lebaran idul Fitri pun kunjungan WNA asal Timteng masih tak akan ada.

Meskipun begitu, pihaknya masih tetap membuka penukaran uang di wilayah Cipanas ini.

“Selama pandemi Covid masih berlangsung, iya kayanya bakalan terus seperti ini kondisinya kang. Kita hanya berharap supaya ekonomi semuanya bisa kembali normal,” kata dia. (dan)