Kadinsos Cianjur Ancam Agen E-Waroeng Terkait Penyaluran BPNT

Kepala Dinas Sosial kabupaten Cianjur, Ahmad Mutawali. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kepala Dinas Sosial kabupaten Cianjur, Ahmad Mutawali menekankan dan mewanti-wanti kepada para agen e-warung termasuk supplier semua, jangan sampai ada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dirugikan dari penyaluran Bansos sembako atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) selama ini.

Bahkan seharusnya, ia mengingatkan, bahwa agen itu justru bisa melakukan pembinaan terhadap para KPM-nya, agar jangan sampai terjadi sesuatu yang tidak baik lagi di lapangan.

“Kami sudah sampaikan kepada semua unsur termasuk instansi terkait seperti supplier, dan agen e-warung agar jangan sampai menjual harga pangan yang tidak sesuai standar, artinya jangan terlalu tinggi dari warung pada umumnya. Itu bisa merugikan KPM,” ujar Mutawali di kantor kecamatan Cipanas, Selasa (27/4/2021).

Selain itu ia juga mewanti-wanti kepada para supplier dan agen, dalam mematok harga harus sesuai aturan dan sewajarnya dari kemampuan para KPM.

“Karena ingat yang mereka layani itu adalah orang miskin, kasihan mereka. Malahan seharusnya mereka itu dibantu,” kata dia.

Di sisi lain, pihaknya juga datang ke wilayah Cipanas ini dalam rangka melakukan langkah-langkah mediasi serta upaya perbaikan kaitan dengan pelaksanaan penyaluran Bansos sembako di wilayah Kecamatan Cipanas.

“Makanya kami datang ke Cipanas ini sekaligus menghadirkan semua tim Kabupaten termasuk dari pihak kepolisian, kejaksaan, dan pihak Kodim serta beberapa instansi terkait, agar penyaluran Bansos sembako bisa semakin baik lagi,” katanya.

Mutawali menambahkan, dengan adanya rapat koordinasi (Rakor) serta pengecekan langsung tersebut, diharapkan juga bisa menerima penyampaian secara jelas bagaimana persoalan yang terjadi, serta mengetahui kondisi agen e-warung di lapangan dengan pasti.

“Jadi inilah salah satu latar belakang kita melakukan sosialisasi dan monitoring langsung ke lapangan ini supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi,” tandasnya. (dan)