Kronologis Begal di Cugenang, Korban Ditendang Hingga Disabet Golok

DIDUGA KORBAN: Penggalan dalam video yang diduga korban begal di wilayah Cugenang Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Adanya dugaan korban begal motor di wilayah Kecamatan Cugenang, kabupaten Cianjur, pada seorang perempuan, Senin (26/4/2021) sekitar pukul 18.30 Wib, telah dibenarkan kepolisian sektor (Polsek) Cugenang.

Kapolsek Cugenang Kompol L Woro Wuryani menuturkan kronologis kejadian, bahwa korban perempuan bernama Novia berusia 18 tahun itu terjadi di Jalan Perkebunan Gedeh Kp. Barukaso Desa Sukamulya Kecamatan Cugenang, saat korban akan menuju ke Cianjur untuk membeli takjil dengan mengendarai Sepeda Motor Yamaha X Ride.

Namun ketika korban hendak pulang kerumah, tepatnya di TKP sekitar pukul 18.30 wib dari arah atas ada empat orang pria mengendarai sepeda motor yang diduga pelaku.

Satu menggunakan Yamaha Mio, dan tiga orang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion.

Pengendara motor Vixion itu kemudian menghalangi laju kendaraan korban sehingga korban berhenti. Setelah itu salah satu dari pengendara Vixion turun dan langsung mengancam korban untuk turun dari kendaraanya.

“Karena korban tidak mau turun, pelaku kemudian menendang korban hingga terjatuh, dan karena korban masih mempertahankan sepeda motornya pelaku memukul korban sebanyak empat kali ke bagian pundak belakang, hingga akhirnya pelaku mengayunkan sebilah golok dan mengenai bagian hidung. Sehingga korban mengalami luka pada hidung,” tuturnya.

Setelah itu, kata Kapolsek, pelaku melarikan kemudian melarikan diri setelah melihat ada pengendara lain yang hendak melintas atau menuju TKP. Hingga saat itu korban di tolong oleh beberapa saksi yang kebetulan lewat TKP.

“Setelah itu korban kemudian dibawa ke Bidan Desa yang seterusnya dilarikan ke Puskesmas Cugenang untuk mendapati pengobatan,” kata dia.

Akibat dari kejadian tersebut, korban juga mengalami luka gores di dagu kanan, luka robek di hidung, dan luka sayat di bawah hidung serta leher.

“Kami telah mengecek ke TKP, mencatat identitas saksi dan korban serta mendokumentasi kejadian itu,” tandasnya. (dan)