Travel Gelap dan Petugas Saling Kucing-Kucingan

Dishub cegah travel gelap masuk Cianjur

RADARCIANJUR.com- Pencegahan adanya pergerakan massa untuk melakukan mudik nampaknya akan dilakukan dengan serius dan ketat. Pasalnya, petugas gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dan unsur lainnya tidak akan memberi celah sedikit pun.

Namun, upaya pun tak kalah dilakukan para pelaku travel gelap yang akan melakukan perjalanan membawa penumpang menuju Kabupaten Cianjur. Seperti sebelumnya pada penyekatan awal kasus ramainya Covid-19, para pelaku travel melakukan upaya-upaya untuk mencuri-curi kesempatan agar bisa mengantarkan para penumpangnya.

Salah satu driver travel gelap yang enggan disebutkan namanya mengatakan, meski sulit untuk melewati penjagaan di setiap perbatasan. Namun dirinya akan berupaya dan melakukan berbagai langkah agar bisa mengelabui petugas.

“Ya masu susah gimana juga kita tetap akan upayakan bisa lolos dari penjagaan, memang sih resikonya besar. Tapi kalau enggak gitu, cicilan mobil dan juga untuk orang di rumah bagaimana,” ujarnya.

Meski demikian, dirinya pun terkadang merasa takut jika sampai tertangkap dan kendaraan yang dibawanya harus disita oleh petugas kepolisian. Sehingga ia memanfaatkan jaringan melalui media sosial maupun WhatsApp Group (WAG) untuk saling berkomunikasi satu sama lainnya.

Komunikasi tersebut bukan hanya antar pengemudi saja, namun juga sebagai komunikasi dengan penumpang yang akan mudik. Sehingga menurut sejumlah supir, hal tersebut dirasa efektif.

“Jadi kita kucing-kucingan juga judulnya, antara satu dan lainnya (pengemudi, red) serta penumpang, kita komunikasi di group. Kalau di medsos lainnya rentan juga,” terangnya.

Ia mengungkapkan, setiap satu kali perjalanan dari Jakarta-Cianjur ditarif sebesar Rp150 ribu dan jika ke Cianjur Selatan mencapai Rp300 ribu. Namun tarif tersebut tidak selalu sama, tarif akan naik pada tanggal 6 Mei 2021.

“Kalau sekarang masih harga standar. Tapi kalau udah tanggal 6 Mei kesana naik harganya. Jakarta-Cianjur bisa sampai Rp200 ribu dan kalau ke Selatan itu nanti sekitar Rp500 ribu an,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Meilawaty menegaskan, pihakya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur mengenai pergerakan travel gelap yang membawa pemudik dari luar Kabupaten Cianjur.

“Mengenai travel gelap, kita sudah bekerjasama dengan Dishub. Nanti diindaklanjut oleh Dishub,” tuturnya.

Lanjutnya, jika masih kedapatan dan tetap ‘ngeyel’ beroperasi. Pihaknya tak segan-segan untuk melakukan penegakan hukum (gakum) dari mulai penilangan hingga kendaraan yang disita.

“Tidak akan bisa melakukan modus-modus, setiap kendaraan diperiksa karena polisi memiliki kewaenangan dalam pemeriksaan,” tegasnya. (kim)