Upaya Dishub Cegah Travel Gelap Bawa Pemudik ke Cianjur

Dishub cegah travel gelap masuk Cianjur

RADARCIANJUR.com – Polda Metro Jaya telah mendeteksi adanya penawaran jasa travel gelap sebagai angkutan mudik Lebaran melalui media sosial.

Hal itu diungkapkan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Senin (26/4).

“Kami sudah menengarai ada beberapa warga masyarakat yang mulai mengiklankan diri untuk membawa pemudik,” kata Kombes Sambodo.

Namun demikian, pihaknya mengeklaim sudah punya pengalaman dalam melakukan penyekatan pemudik tahun lalu. Polisi juga telah mengetahui modus-modus yang kerap dipakai pemudik agar lolos dari razia. Beberapa modus itu di antaranya selain menggunakan travel gelap, ada yang menggunakan sepeda motor, naik ambulans, sembunyi di bagasi bus.

“Ada yang sembunyi di toilet, naik ke bak truk. Semuanya akan kami periksa,” ujar Sambodo. Pihaknya mengimbau kepada oknum yang mencoba mengiklankan jasa angkutan mudik agar mengurungkan niatnya.

“Kami ingatkan kalau nanti kami tangkap, kami akan tahan kendaraannya sampai dengan tanggal 17 Mei,” tegas Sambodo

Permasalahan travel gelap juga dialami Kabupaten Cianjur, apalagi menyangkut masyarakat yang akan melakukan mudik setelah diberlakukannya larangan mudik.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) angkutan umum Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur Hendra Wira mengatakan, untuk mencegah travel gelap sudah ada upaya dari Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan kepolisian.

“Kami berusaha dengan melakukan operasi bersama pihak kepolisan untuk mencegah adanya travel gelap yang membawa pemudik atau yang mengantarkan pemudik ke wilayah Kabupaten Cianjur,” katanya kepada Radar Cianjur melalui sambungan telepon Senin 26/04/2021.

Menurut Hendra upaya tersebut dilakukan dengan melakukan operasi di titik-titik penyekatan yang rawan terjadi keluar masuk pemudik.

“Kami bersama pihak kepolisan melakukan operasi giat penyekatan di Seger Alam, Puncak,” tuturnya.

Hendra menambahkan, dalam operasi tersebut dapat dilakukan penindakan sesuai UU nomor 22 tahun 2009 tentang kewenangan perhubungan terbatas tidak bisa sembarangan di jalan umum.

Dalam penindakannya seperti untung untungan. Apabila pada posko mudik di perbatasan kebetulan para petugas menemukan kendaraan pribadi yang membawa penumpang beserta barang masing-masing dapat diduga itu travel gelap dan dikembangkan menjadi pemeriksaan.

“Travel gelap ini merupakan kendaraan yg beroperasi tanpa trayek atau lintasan yang tetap, mereka bisa beroperasi kapan saja dan lewat mana saja, kendaraannya tanpa stiker atau tanda tanda tertentu,”ungkapnya. (net/cr1)