Wacana Santri Boleh Mudik, Ini Tanggapan Dishub Cianjur

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com –Jika pemerintah terlalu banyak memberikan dispensasi, salah satunya dibolehkanya santri mudik, maka hal itu pemerintah seolah tidak serius untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di saat mudik Lebaran 2021. Padahal sebelumnya penetapan pelarangan mudik sudah disampaikan pemerintah.

Jika dispensasi mudik bagi santri berlaku, maka Kabupaten Cianjur pun akan memberlakukan hal tersebut. Pasalnya pondok pesantren baik yang tradisional maupun modern terbilang banyak di Kabupaten Cianjur, sehingga kota yang dijuluki kota santri ini dipastikan jumlah kendaraan keluar masuk Cianjur akan banyak.

Kondisi itu, maka jika peraturan tersebut disahkan oleh pemerintah, hal tersebut berdampak kepada skema pemulangan santri yang berasal dari dalam maupun luar Kabupaten Cianjur.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Transportasi Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur Hendra Wira mengatakan, bila memang aturan pusat telah disahkan maka akan ada pengecualian untuk para santri bebas keluar masuk mudik.

“Sudah bisa dipastikan ada pengecualian untuk para santri, karena keseharian mereka juga tidak bercampur baur dengan kehidupan masyarakat umum,” kata Hendra kepada Radar Cianjur melalui sambungan telpon, Minggu (25/4).

Menurut Hendra, apabila peraturan tersebut disahkan tentunya harus tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. “Tetap mengedepankan protokol kesehatan dan persyaratan yang diminta oleh Satgas Covid-19 berupa menunjukkan hasil negatif Covid,” ungkapnya.

Namun, Hendra menuturkan hingga saat ini belum ada pemberitahuan terkait pengecualian mudik yang diberlakukan terhadap para santri tersebut. “Sampai saat ini belum ada, karena informasinya juga masih baru,” tandasnya.

Sebelumnya, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan, jika pemerintah terlalu banyak memberikan dispensasi, kesannya pemerintah tidak serius untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di saat mudik Lebaran 2021 .

“Banyak pihak sudah sepakat, sampai-sampai pengusaha bus yang terdampak besar mau menaati pemerintah. Justru sekarang tiba-tiba ada permintaan dispensasi dari penguasa,” ujarnya, Minggu (25/4).

Menurutnya, jika pemerintah terlalu banyak memberikan dispensasi, pemerintah bakal terkesan tidak serius dalam menangani penyebaran Covid-19 di massa mudik Lebaran nanti. Bila ada wacana permintaan dispensasi dari penguasa, ke depan akan banyak pihak yang meminta dispensasi pula.

Bahkan, tambahnya, bila sampai dikabulkan wacana santri dikecualikan dari larangan mudik sebagaimana diminta Wakil Presiden RI Ma’aruf Amin, ke depan Ketua MPR atau DPR atau ketua partai lainnya juga bisa saja meminta dispensasi.

“Apa gunanya aturan yang sudah dibuat susah-susah tersebut, yang ada cabut saja semua aturan mudik yang sudah dibuat karena nanti terlalu banyak dispensasi yang diminta,” katanya.

Sebelumnya, selain larangan mudik dengan penyekatan jalur lalu lintas di seluruh Kabupaten Cianjur atau larangan mudik antar wilayah atau daerah keluar Kabupaten Cianjur. Ternyata mudik lokal pun tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan mudik.

Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Meilawaty, jila mudik dilarang dan meminta agar masyarakat lebaran di rumah aja. Upayanya dengan menjaga setiap perbatasan di dalam seperti di Pasir Hayam dan sejumlah tempat lainnya.

Menurutnya, pada tanggal 6-17 Mei 2021 akan dilakukan penjagaan di lima titik yakni Pos TMC atau Bundaran Lampu Gentur Hypermart, Segar Alam, Gekbrong, Rajamandala dan Sukaluyu. “Kita siaga 1×24 jam dengan anggota yang piket di setiap pos penjagaan, petugas gabungan setiap posnya 15 orang,” kata Meilawaty, Minggu (25/4).

Maka jika ditemukan masyarakat yang memaksa untuk mudik, petugas akan putar balik dan diberikan tanda stiker sebagai tanda pemudik. Bahkan, untuk memperketat, sejumlah jalan tikus atau jalan yang digunakan untuk mengelabui petugas pun dijaga anggota polisi dari setiap polsek. “Terus kita putar balik hingga kembali pulang,” jelasnya.

Adapun menurutnya beberapa kendaraan masih bisa melintas seperti pengiriman barang, tanki BBM dan distribusi sembako. “Mengenai tanggal 22 April 2021 kemarin bukan merupakan awal penyekatan akan tetapi imbauan kepada seluruh masyarakat,” terangnya.

Di sejumlah daerah mulai diberlakukan penjagaan di setiap perbatasan guna mencegah adanya pergerakan massa yang melakukan perjalanan mudik lebih dulu. Di Kabupaten Cianjur, saat ini penjagaan belum dilakukan. Rencananya, penjagaan akan dilakukan pada 6 Mei 2021 mendatang.(cr1/kim/net)