Banjir di Mande Akibat Aliran Sungai Tersendat

RADARCIANJUR.com- Bencana banjir terjadi di dua desa yang berada di Kecamatan Mande, tepatnya Kampung Nambo Rt5 Rw2 Desa Mande dan Kampung Babakan Gempol Rt6 Rw1 Desa Murnisari. Bencana tersebut terjadi pada Rabu (28/4) dini hari sekitar pukul 2.00 WIB. Dari informasi yang terhimpun, kejadian akibat dari urugan tanah sebuah proyek.

Urugan tanah tersebut pun mengakibatkan penyumbatan aliran sungai. Air sungai pun meluap bersamaan dengan hujan yang intensitas tinggi. Luapan air pun menerjang 11 rumah di dua desa tersebut dengan jumlah 10 KK.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, M Irfan Sofyan membenarkan kejadian pada dini hari tersebut. Saat ini pihaknya tengah melakukan evakuasi yang bekerjasama antara Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Mande.

“Betul, kejadiannya karena tanggul tanah PT QL yang menghambat aliran sungai, diperparah dengan hujan deras semalam. Sehingga air sungai meluap,” ujarnya.

Selain menurunkan anggota BPBD Kabupaten Cianjur, pihaknya pun turut dibantu oleh Relawan Tangguh Bencana (Retana) Kabupaten Cianjur untuk turut melakukan evakuasi. Masyarakat pun dilakukan pendataan mengenai jumlah korban terdampak.

Pihak BPBD Kabupaten Cianjur meminta kepada masyarakat agar waspada terhadap musim hujan yang saat ini tengah dalam tinggi-tingginya. BPBD Cianjur meminta kepada PT QL untuk melakukan pengangkatan urugan yang sudah menyumbat aliran sungai.

“Kita memita kepada PT QL untuk segera mengangkat urugan yang menyumbat aliran sungai, sehingga air bisa mengalir dan banjir bisa cepat surut,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu menjelaskan, saat ini status cuaca dalam situasi waspada. Sehingga beberapa daerah seperti Kabupaten Cianjur diminta untuk tetap berhati-hati dan siaga dalam segala kemungkinan bencana.

“Kalau Kabupaten Cianjur kelihatannya hampir seluruh kecamatan ya, jadi kita meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada dan hati-hati dalam segala kemungkinan,” paparnya.

Lanjutnya, saat ini Monsun Australia diprediksi mulai aktif di dasarian II April hingga dasarian I Mei 2021. Aliran massa udara di dasarian III April di wilayah Jawa sudah mulai didominasi angin timuran. Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer laut tingkat regional terkini, terpantau adanya belokkan, pertemuan dan
perlambatan massa udara di sebagian wilayah Jawa Barat.

Kelembapan udara di ketinggian kurang lebih tiga kilometer (700 mb) di Jawa Barat lembab sehingga berpotensi terhadap pembentukan awan-awan
hujan.

“Berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF) untuk dampak banjir atau banjir bandang, berlaku tanggal 28 April – 30 April 2021, potensi dampak dengan status waspada untuk wilayah Jawa Barat,” jelasnya. (kim)